Minggu, 18 November 2018 07:00 WIB
pmk

Nasional

Trauma Korban Gempa Lombok Belum Hilang

Redaktur:

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, (7/8/2018), bukan hanya berdampak pada kerusakan bangunan. Namun juga dampak psikologis yang dirasakan para korban. Perasaan depresi, cemas, perilaku agresif, bingung, putus asa, sedih, takut, bercampur menjadi satu.

Salah satunya yang dirasakan oleh seorang ibu bernama Yuhana, 29 tahun, warga Dusun Kongok, Desa Meninting, Lombok, NTB. Dia mengatakan, sejak Minggu malam (5/8/2018) itu, hingga saat ini, ia dan para tetangga belum berani pulang ke rumah.

"Kita semua tidur di tenda, di halaman depan rumah, semua, anak-anak juga," kata Yuhana sambil menunjuk ke arah tenda tempat tidurnya.

"Ini anak saya juga takut, minta digendong terus. Rumah retak makanya nggak berani tidur di rumah. Takutnya pas tidur tiba-tiba gempa kan ambruk, apalagi gempa-gempa kecil yang masih terus ada," ujar Yuhana, Rabu, (8/8/2018).

Ketakutan Yuhana ditambah dengan salah satu menara masjid yang ada tepat disamping rumahnya hampir roboh akibat gempa. Namun, dengan inisiatif warga, mereka bergotong royong untuk merobohkan menara di Masjid Al Ihsan itu agar tak membahayakan bagi warga lainnya.

Perasaan-perasaan takut dan trauma inilah yang sulit untuk dihilangkan dari para korban. Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan dukungan psikososial pascabencana gempa bumi. 

Menurut ACT, dukungan psikologis pascabencana juga sangat diperlukan. "Dengan tingkat kerusakan hampir 90 persen tuntu bisa dibayangkan seperti apa dampak psikologisnya," kata Vice President of Humanity Network Department ACT, M Insan Nurrochman.

ACT juga akan menerjunkkan relawan ahli bidang psikosial, dan tentunya kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Kepala Cabang ACT NTB, Lalu Alfian Muhammad mengatakan, pascagempa bumi yang pertama ACT telah menerjunkan tim medis untuk melakukan trauma healing kepada para korban.

"Relawan medis memberikan trauma healing kepada anak-anak dan orang tua lanjut usia, ACT juga akan menurunkan psikolog untuk membantu relawan medis memberikan trauma healing," katanya.

Hingga saat ini, menurut data dari BMKG, gempa di Lombok hingga pukul 09.00 WITA tercatat sebanyak 319 gempa susulan. (iml/jpc/jpg/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-ntb 

Berita Terkait

CBA Minta Pemerintah Tidak PHP Korban Gempa Lombok

Nasional

Gelar Acara Mewah, PHP Korban Gempa

Nasional

Kemensos Kehabisan Dana untuk Lombok

Headline

200 Unit Rumah Tahan Gempa Dibangun di Lombok

Nasional

Gerindra Pertanyakan Kelanjutan Bantuan Gempa Lombok

Nasional

IKLAN