Kamis, 20 September 2018 11:49 WIB
pmk

Ekonomi

Kuatkan Kerjasama Ekspor, Diaspora Indonesia Teken MoU dengan PPI

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Presiden IDBC Astrid Vasile (kedua dari kiri) dan Direktur Perdagangan Internasional PPI (Persero) A. Yaniarsyah Hasan (kanan) menandatangani MoU antara IDBC dan PPI tentang penguatan kerja sama ekspor Indonesia.

INDOPOS.CO.ID - Dewan Bisnis Diaspora Indonesia (IDBC) melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) (Persero) guna memperkuat ekspor produk Indonesia ke luar negeri.

Direktur Perdagangan Internasional PPI (Persero), A. Yaniarsyah Hasan yang menandatangani MoU dengan Wakil Presiden IDBC, Astrid Vasile itu mengatakan, kesepakatan bersama itu bertujuan untuk menyatukan kekuatan dalam meningkatkan ekspor Indonesia. “Jadi mari kita bersama-sama meningkatkan ekspor Indonesia,” ujarnya kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Rabu (8/8/2018).

Sementara, Astrid menjelaskan, Diaspora memang mempunyai pengetahuan soal kebijakan setempat dan produk-produk apa saja yang sesuai dengan karakteristik pasar di luar negeri. “Ini (pengetahuan Diaspora, red) tentu dapat membantu mengidentifikasi dan mempromosikan produk guna mempenetrasi pasar luar negeri,” katanya.

Saat ini pihaknya fokus membantu pengusaha Indonesia untuk memiliki pemahaman yang sama dari segi kualitas produk, memilih mitra bisnis dan mengenali kebijakan dagang Australia agar bisa memasukan produknya ke negara tersebut. “Fokus saat ini ke Australia dulu. Tapi ini tetap akan memberikan manfaat ekonomi yang besar terhadap Indonesia dan juga Australia,” sebutnya.

Sementara Pengamat Perdagangan Indonesia-Australia, Leny Maryouri mengaku percaya MoU ini akan menjadi langkah awal dalam mempercepat proses ekspor dan impor. “Ini pintu masuk bagi PPI untuk bersinergi dengan Diaspora dalam peningkatan laju perdagangan antar beberapa negara, terutama dalam hal ekspor produk Indonesia ke luar negeri,” jelasnya.

Adapun, untuk produk ekspor-impor yang potensial antara Australia dan Indonesia, doktor jebolan Universitas Curtin, Australia itu mengatakan, dari Indonesia, bisa berupa kopi dan rempah-rempah yang demand-nya semakin tinggi dan saat ini banyak Australia impor dari Laos dan Vietnam. “Sedangkan dari Australia, seperti daging dan hasil peternakan,” pungkasnya. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #leny-maryouri #a-yaniarsyah-hasa #pt-perusahaan-perdagangan-indonesia-persero #diaspora-indonesia #dewan-bisnis-diaspora-indonesia-idbc 

Berita Terkait

IKLAN