Rabu, 14 November 2018 03:41 WIB
pmk

Jakarta Raya

DPR Apresiasi Pengungkapan Pabrik Sabu Berkualitas Impor

Redaktur: Ali Rahman

Satuan narkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali membongkar pabrik sabu rumahan di kawasan perumahan Metland Cipondoh Kota Tangerang. Dari lokasi petugas mengamankan tersangka dengan inisial AW, berbagai macam bahan kimia lokal sebagai bahan baku sabu, alat pembuat sabu, 1 kg sabu setengah jadi dan 500 gram sabu siap edar. Dari pengakuan tersangka pabrik rumahan ini sudah berjalan sejak bulan Mei 2017 dan beromzet milyaran rupiah. Foto: Adrianto/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Keberhasilan Polres Jakarta Barat yang dalam pekan ini membongkar dua kasus besar peredaran narkoba, salah satunya lokasi home industry sabu-sabu berkualitas impor, mendapat apresiasi anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni.

“Pengungkapan lokasi pembuatan sabu yang dilakukan oleh Polres Jakarta Barat patut diapresiasi. Ini membuktikan keseriusan jajaran Polres khususnya Satuan Narkoba di bawah kepemimpinan Kapolres Kombes Hengki Haryadi, untuk memerangi narkoba,” ucap Sahroni melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/8/2018).

Acungan jempol terhadap kinerja Polres Jakarta Barat membongkar pabrik sabu rumahan ini menurut Sahroni tak lepas dari kekhawatiran semakin menggilanya penyalahgunaan narkoba. Tak hanya menargetkan anak kecil sebagai pecandu, jaringan narkoba bahkan menjadikan pelajar di sekolah dasar sebagai bandar atau pengedar. Indonesia selama ini menurut Sahroni juga dikenal bukan hanya sebagai surga narkoba karena besarnya potensi pemakai, tapi juga telah mulai menjadi negara yang memproduksi narkoba.  

“Generasi kita telah dirusak oleh jaringan narkoba. Bukan hanya sebagai pemakai, anak kecil bahkan kini dijadikan pengedar narkoba. Narkoba yang beredar di Indonesia tak lagi hanya berasal dari selundupan negara asing, tapi juga diproduksi di dalam negeri. Pengungkapan pabrik sabu rumahan oleh Polres Jakarta Barat ini sekaligus membuktikan komitmen kita atas perang terhadap narkoba,” tegas Sahroni.

Hari ini, Polres Jakarta Barat merilis pengungkapan clendestial lab atau pabrik rumahan sabu-sabu yang berlokasi di Perumahan Metland Jl Kateliya Elok II No 12 B, Cipondoh, Kota Tangerang. Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes. Pol. Hengki Haryadi, SIK  MH mengungkapkan terbongkarnya pabrik sabu rumahan tersebut berdasarkan informasi serta kecurigaan masyarakat yang resah terhadap aktifitas pelaku menyita sejumlah bahan kimia dan alat pembuat sabu.

Selain menyita barang bukti berupa hasil produksi sabu yang baru setengah jadi sebanyak 1 kilogram, dan 500 gram sabu siap edar serta sejumlah bahan peracik Sabu, jajaran Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat turut mengamankan seorang tersangka berinisial AW alias Phengcun. Kapolres mengatakan Phengchun yang merupakan pemilik sekaligus pembuat Narkoba Jenis Sabu yang telah menjalankan aksinya sejak Mei 2017 lalu. Diperkirakan pelaku dapat memproduksi sabu sebanyak 10 hingga 15 kg, dengan omzet miliaran rupiah.

“Meski produksi rumahan, kualitas sabu yang dihasilkan sama dengan kualitas impor, seperti 30 kg sabu yang ditangkap sebelumnya oleh Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat,” ujar Kapolres kepada media massa, Rabu (8/8/2018).

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menambahkan, Phengcun memiliki pengalaman pernah meracik dan memproduksi Sabu. Tersangka menurut Kasat Narkoba memproduksi Sabu dengan kualitas yang sama dengan produksi sabu kualitas Impor. Untuk memastikan kualitasnya, setiap selesai memproduksi sabu Pengchun akan mencobanya terlebh dahulu sebelum diedarkan.

Tersangka mengaku menjual sabu hasil racikannya dengan harga Rp 700 ribu per gram dan mengedarkannya di sekitar Jakarta dan Tangerang," terang Kasat Narkoba.

Sebelumnya Polres Jakarta Barat Senin (6/8/2018) lalu, merilis pengungkapan jaringan narkoba Indonesia - Malaysia dengan barang bukti 30,370 kg sabu-sabu yang dikendalikan oleh seseorang narapidana di lembaga pemasyarakatan. Selain narkoba jenis sabu seberat 30,370 Kg, polisi dalam kasus ini mengamankan beberapa barang bukti seperti dua mobil, satu sepeda motor, tiga rekening, 8 ponsel, dan uang senilai Rp 2,3 miliar. 

Kasus penyalahgunaan narkoba memang menjadi salah satu fokus Polres Jakarta Barat. Di beritakan berbagai media, sebelumnya Hengki mengemukakan terjadi peningkatan sebesar 27 persen pada tahun 2017 dibanding tahun 2016.
 
Catatan Polres Jakarta Barat, di tahun 2017 sebanyak 1.231 kasus narkoba ditangani, dengan rincian 561 kasus diproses oleh Satuan Reserse Narkoba dan 670 kasus lainnya di tingkatan polsek. Sedangkan pada 2016 terdapat 970 kasus yang terdiri atas 554 kasus ditangani Satuan Reserse Narkoba dan 416 kasus ditangani Polsek Jajaran. 
 
Pengungkapan pabrik rumahan home industry sabu-sabu juga bukan kali pertama dilakukan Polres Jakarta Barat. Akhir tahun 2017 lalu, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek sebuah rumah di kompleks Green Garden RT 004 RW 008 Kelurahan Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang dijadikan home industry narkotika jenis sabu. Barang bukti diperoleh di lokasi, antara lain 30 kilogram prekusor (bahan pembuat sabu), puluhan botol cairan kimia, dan sejumlah peralatan untuk memproduksi sabu. 
 
Masih di akhir tahun 2017 lalu, Polres Metro Jakarta Barat juga menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ganja yang melibatkan jaringan antar-provinsi. (ibl)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ahmad-sahroni #narkoba #polres-jakarta-barat #kombes-pol-hengky-haryadi 

Berita Terkait

Jakbar Siaga Banjir

Jakarta Raya

Jelang Akhir Tahun, Orderan Narkoba Melonjak

Megapolitan

IKLAN