Jumat, 17 Agustus 2018 05:49 WIB
pmk

Jakarta Raya

Kejagung Tahan Petinggi Pertamina Dalam Kasus Penyalahgunaan Investasi

Redaktur: Redjo Prahananda

Kejaksaan Agung menahan mantan Manager M&A pada Direktorat Hulu PT Pertamina, Bayu Kristanto di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Foto: Yudha Krastawan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) pada Direktorat Hulu PT Pertamina, Bayu Kristanto di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, Rabu (8/8/2018).

Bayu merupakan satu dari empat tersangka dugaan penyalahgunaan investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 senilai Rp 568 miliar. 

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman ketika ditemui memastikan penahanan tersangka tersebut telah memenuhi ketentuan dan persyaratan. 

"Untuk menahan tersangka tentunya dengan alasan memperlancar proses penyidikan, menghilangkan barang bukti dan lain sebagainya. Nah, penahanan ini tentunya sudah menenuhi syarat dari kebutuhan penyidik," kata Adi di Kejagung, Rabu (8/8/2018). 

Penahanan tersangka itu, kata Adi, akan dilakukan selama 20 hari sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). "Artinya yang bersangkutan akan ditahan selama 20 hari terhitung sejak 8 Agustus 2018 sampai 27 Agustus 2018," jelasnya. 

Dalam kasus ini, Bayu Kristanto pernah berperan sebagai Manager M&A pada Direktorat Hulu Pertamina tahun 2009. Sesuai jabatannya itu, ia diduga pernah melakukan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi. 

"Dia yang pertana memproses akusisi itu. Seharusnya dalam pengambilan keputusan investasi, ada yang namanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap atau final due dilligence. Tapi itu dilanggar saja, sehingga prosesnya terus berjalan," kata Adi. 

Sesuai jabatannya itu, Bayu juga seharusnya memenuhi ketentuan penawaran dalam proses investasi itu. "Bagaimana dia harus memproses penawaran tentang penjualan aset dari ROC Oil, tapi diteruskan dan terjadilah (penyimpangan). Tapi juga ternyata tidak ada apa-apanya alias kosong (rugi)," jelas Adi. 

Selain Bayu, Kejagung sebenarnya juga menetapkan mantan Dirut Pertamina Karen Galaila Agustiawan, Chief Legal Councel and Compliance Pertamina, Genades Panjaitan dan mantan Direktur Keuangan Pertamina, Frederik Siahaan sebagai tersangka. Namun, sampai kini mereka belum juga ditahan oleh penyidik. 

Dikonfirmasi hal ini, Adi menyatakan penahanan ketiga tersangka itu masih tinggal menunggu waktu. Yang jelas, saat ini mereka masih dalam proses penyidikan. "Satu-satu dulu tersangka diberesin, karena masih proses penyidikan," jelasnya. 

Kasus ini berawal pada 2009, ketika PT Pertamina (Persero) melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian aset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaannya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi. Yakni, dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris, yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31.492.851 dolar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah 26.808.244 dolar AS dan tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada Pertamina  dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional. Akibatnya keuangan negara cq. PT. Pertamina (Persero) dirugikan hingga sebesar 31.492.851 dolar AS dan 26.808.244 dolar Australia atau setara dengan Rp568.066.000.000 menurut perhitungan Akuntan Publik. Para tersangka pun terancam bakal dikenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kejaksaan-agung #bayu-kristanto #m-adi-toegarisman 

Berita Terkait

IKLAN