Jumat, 16 November 2018 07:42 WIB
pmk

Politik

Gerindra Sebut Ucapan Andi Arief Tidak Pengaruhi Koalisi

Redaktur: Redjo Prahananda

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Foto: Iwan Tri Wahyudi/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani membantah ucapan politisi Demokrat Andi Arief soal Prabowo jendral kardus.

Andi menyebut kalau Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah dan menolak kehadiran Prabowo ke kediaman, Rabu, (8/7/2018) malam ini di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

"Gak benar itu," ucap Muzani kepada wartawan di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Menurutnl dia, hubungan Koalisi dengan Demokrat masih berjalan lancar. "Kami masih baik-baik saja kok dengan pimpinan Demokrat. Soal (ucapan) Andi Arief itu, kami konsultasikan dengan mereka (Demokrat)," ucap dia.

Meski begitu, Ahmad Muzani mengakui nama Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menjadi salah satu cawapres alternatif Prabowo selain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Iya, itu memang benar. Mas Sandi menjadi salah satu cawapres selain AHY. Kami sudah sampaikan ke parpol koalisi," jelas dia.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief berang terhadap Prabowo Subianto. Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus!.

"Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangan dia ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tudak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang daripada perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Andi Arief mengatakan, Prabowo mementingkan uang di Pilpres 2019 daripada perjuangan. Andi Arief membawa-bawa nama Sandiaga Uno.

"Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang daripada memperjuangkan jalan kebenaran. Sandi Uno sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihan untuk cawapres," sebut Andi Arief. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-gerindra #ahmad-muzani #cawapres-prabowo #pilpres-2019 

Berita Terkait

IKLAN