Sabtu, 15 Desember 2018 07:15 WIB

Politik

PAN Ancam Polisikan Andi Arief

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua DPP PAN, Yandri Susanto. Foto: Dilianto/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto membantah mahar Rp 500 miliar agar bersedia mendukung Sandiaga Umo menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Yandri menyebut, ucapan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief fitnah. PAN siap mempolisikan Andi Arief atas serangan terhadap Prabowo, PAN dan PKS.

"Mulut comberan Andi Arief nggak jelas sumber dia dari mana. Dia harus mengklarifikasi dan minta maaf. Kalau tidak kami bakal tempuh jalur hukum," kata Yandri saat dihubungi INDOPOS, Rabu (8/8/2018) malam.

Soal koalisi, lanjut dia, PAN masih menunggu hasil dari Rakernas PAN yang alan dilaksanakan pada Kamis (9/8/2018) di Hotel Sultan. "Koalisi masih terus kami matangkan. Secara resmi kami bakal umumkan di Rakernas besok," ujar dia.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief berang terhadap Prabowo Subianto. Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus! lantaran mencari uang semata.

"Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Andi Arief menjelaskan, Prabowo mementingkan uang di Pilpres 2019 daripada perjuangan. “Ternyata, Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan benar. Sandi Uno sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihan untuk cawapres dan ini di luar dugaan kami," sebut Andi Arief. (dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #yandri-susanto #andi-arief #pan 

Berita Terkait

PAN Ngaku Bersurat, Pimpinan DPR Sangkal

Politik

DPD PAN Tanah Bumbu Dukung Jokowi

Politik

Ichwan Gantikan Lulung Pimpin Sidang Paripurna

Politik

Disindir PAN Dukung Penista Agama, PPP Sewot

Nasional

Caleg PAN Perjuangkan Ekonomi Warga

Politik

PAN Segera Umumkan Pengganti Taufik

Nasional

IKLAN