Jumat, 19 Oktober 2018 01:28 WIB
pmk

Politik

PAN Ancam Polisikan Andi Arief

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua DPP PAN, Yandri Susanto. Foto: Dilianto/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto membantah mahar Rp 500 miliar agar bersedia mendukung Sandiaga Umo menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Yandri menyebut, ucapan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief fitnah. PAN siap mempolisikan Andi Arief atas serangan terhadap Prabowo, PAN dan PKS.

"Mulut comberan Andi Arief nggak jelas sumber dia dari mana. Dia harus mengklarifikasi dan minta maaf. Kalau tidak kami bakal tempuh jalur hukum," kata Yandri saat dihubungi INDOPOS, Rabu (8/8/2018) malam.

Soal koalisi, lanjut dia, PAN masih menunggu hasil dari Rakernas PAN yang alan dilaksanakan pada Kamis (9/8/2018) di Hotel Sultan. "Koalisi masih terus kami matangkan. Secara resmi kami bakal umumkan di Rakernas besok," ujar dia.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief berang terhadap Prabowo Subianto. Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus! lantaran mencari uang semata.

"Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Andi Arief menjelaskan, Prabowo mementingkan uang di Pilpres 2019 daripada perjuangan. “Ternyata, Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan benar. Sandi Uno sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihan untuk cawapres dan ini di luar dugaan kami," sebut Andi Arief. (dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #yandri-susanto #andi-arief #pan 

Berita Terkait

Minta Kader Demokrat Belajar Etika Politik

Nasional

Diperiksa 6 Jam, Amien Rais Ngobrol Sana-Sini

Headline

Amien Rais Desak Copot Kapolri

Hukum

Amien Rais Ungkap Kejanggalan Pemanggilannya

Hukum

Prabowo Kecolongan Lulung Masuk PAN

Politik

IKLAN