Kamis, 15 November 2018 09:25 WIB
pmk

Politik

PKS Bantah Terima Mahar Sandiaga Uno

Redaktur: Redjo Prahananda

Mardani Ali Sera.

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membantah isu mahar Rp 500 miliar agar PKS mendukung Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

"Enggak lah. Saya jamin itu tidak benar. Ucapan itu tidak perlu di dengar," kata Mardani kepada INDOPOS," Rabu, (8/8/2018) malam.

Motor gerakan #2019GantiPresiden ini menegaskan, PKS berkomitmen memegang hasil dari Ijtima Ulama diselenggarakan oleh GNPF Ulama.

"Kami konsisten dengan Ijtima Ulama mengusung Prabowo sebagai Capres dan cawapres diantara Habib Salim Segaf Aljufri atau Ustad Abdul Somad. Siapapun cawapres dari dua ulama itu, bakal kami dukung," tegas dia.

Meski begitu, dia mengakui koalisi Gerindra, PAN dan Demokrat masih berjalan dinamis untuk penentuan nama cawapres. “Semua berproses. Doakan saja semua berjalan lancar sesuai keinginan ulama.”

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief berang terhadap Prabowo Subianto. Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus!

"Prabowo kardus. Malam ini kami menolak kedatangan ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang daripada perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Andi Arief mengatakan, Prabowo mementingkan uang di Pilpres 2019 ketimbang perjuangan. “Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan. Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihan untuk cawapres," sebut Andi Arief. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pks #andi-arief #mardani-ali-sera 

Berita Terkait

Jokowi Tinggalkan Politik Pencitraan

Nasional

PKS Jakarta Sinergikan Pemenangan Caleg

Politik

Jazuli Dorong Resolusi Berkeadilan

Nasional

PKS Bersihkan Loyalis Anis Matta

Politik

Minta Kader Demokrat Belajar Etika Politik

Nasional

IKLAN