Jumat, 16 November 2018 01:12 WIB
pmk

Jakarta Raya

Lurah Kwitang Serahkan Santunan Jaminan Kematian

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID –  Musibah kematian tidak pernah diketahui kapan akan menimpa seseorang. Seperti berita duka yang dialami oleh Ramdoni, Ketua 009/02, Kelurahan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat meninggal dunia karena sakit. Karena terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Salemba, maka almarhum mewariskan klaim santunan program Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp 24 juta.

Santunan JKM secara simbolis diserahkan oleh Lurah Kwitang Hamdani di Kantor Lurah Kwitang, (9/8/2018) di sela acara  Sosialisasi Tata Cara Pembayaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk Pengurus RT RW, LMK, FKDM Kelurahan Kwitang bersama Bank DKI. Penerima santunan adalah Nurina ahli waris sekaligus istri almarhum. Turut hadir Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba, Eris Aprianto yang mewakili Kapala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba Amdaustri Putra Tura.

”Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya dan semoga almarhum husnul kotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Eris Aprianto. Menurut Eris, mendiang  Ramdoni terdaftar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama 9 bulan.

Seperti perangkat kelembagaan masyarakat di DKI yang lain, mendiang mengikuti dua program yakni JKM dan JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dengan iuran perbulan tidak lebih dari 20 ribu rupiah. Menurut Eris, pihaknya tidak melihat lama kepesertaan. Selama terdaftar sebagai peserta maka berhak atas seluruh manfaat program BPJS Ketenagakerjaan yang diikutinya. 

”Untuk santunan meninggal dunia biasa nilainya Rp 24 juta, tapi kalau meninggal karena kecelakaan kerja ahli waris berhak mendapatkan 48 kali upah yang dilaporkan ke kami,” tegas Eris. Begitu pula peserta yang dirawat karena kecelakaan kerja pihaknya akan membiayai pengobatan hingga peserta sembuh tanpa bartasan waktu dan tanpa batasan biaya alias unlimited.

Eris memberikan catatan, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan akan berlaku setiap saat asal peserta tidak bermasalah dengan iuran. Untuk itulah dirinya berpesan kepada peserta pengurus kelembagaan masyarakat seperti RT, RW, LMK, FKDM, kader jumantik dsb memanfaatkan fasilitas autodebet Bank DKI.

Apalagi isnsentif para pengurus kelembagaan masyarakat tersebut melalui rekening Bank DKI. ”Dengan sistem autodebet akan terhindar dari masalah lupa atau malas bayar iuran yang memang nilainya kecil, tak sampai seharga sebungkus rokok. Dengan begitu Bapak dan Ibu akan selalu terlindungi,” tegas Eris.

Di sisi lain, Lurah Kwitang Hamdani berpesan kepada ahli waris almarhum agar mengelola santunan warisan suaminya dengan baik. Dia berharap warisan tidak digunakan untuk konsumtif tetapi untuk kebutuhan produktif.

Dirinya berkomitmen untuk terus memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kwitang. Selain pengurus kelembagaan masyarakat, pihaknya juga terus mengajak para pedagang dan pelaku UKM yang jumlahnya sangat banyak turut menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.  ”Karena manfaatnya sangat besar iurannya sangat murah dan iurannya terjangkau oleh warga lapis bawah yakni  di bawah Rp 20 ribu sebulan, lebih murah dari harga sebungkus rokok tapi. Masyarakat harus memanfaatkan program perlindungan dari negara ini,” paparnya.

Menurut Hamdani, dengan menjadi peserta jaminan sosial warga akan terproteksi dari risiko keterpurukan ekonomi akibat mengalami musibah. Sebab biaya-biaya  yang timbul akibat risiko akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan. ”Tidak bisa dibayangkan seorang tulang punggung keluarga yang penghasilannya pas-pasan ketika terkena musibah. Jika tidak ada proteksi jaminan sosial pasti kondisi perekonomian keluarga langsung terpuruk. Tapi program BPJS Ketenagakerjaan akan mencegah keterpurukan itu terjadi” paparnya.  (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan 

Berita Terkait

IKLAN