Rabu, 14 November 2018 06:34 WIB
pmk

Jakarta Raya

Almarhum Pemandi Jenazah Wariskan Santunan Rp 24 Juta

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Musibah memang tidak bisa ditebak kapan datang menimpa seseorang. Nekad Untung, seorang pengurus Paguyuban Duka Cita Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat meninggal dunia mendadak sesaat setelah memandikan jenazah warga yang wafat.

Karena terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis (KCP) Cengkareng, almarhum meninggalkan warisan berupa klaim santunan program Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp 24 juta. Santunan JKM simbolis diserahkan oleh Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi di Kantor Pemkot Jakarta Barat (9/8/2018). Penerima santunan adalah ahli waris sekaligus istri almarhum yakni Yuniar yang hadir bersama putrinya.

Turut hadir Kapala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol Andrey J. Tuamelly, Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi Tidar Yanto Haroen, Asisten Deputi Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta dr Merry Triwisatawati, Kepala KCP BPJS Ketenagakerjan Cengkareng Nidya Roesdal, serta para camat, lurah, dan pejabat di Pemkot Jakarta Barat.

”Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya dan semoga keluarga yang ditinggalkan almarhum diberikan ketabahan,” ungkap Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol Andrey J. Tuamelly. Menurut Andrey, mendiang Nekad Untung ini bersama pengurus paguyubannya baru terdaftar satu bulan dan baru membayar satu kali iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Mendiang mengikuti dua program yakni JKM dan JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dengan iuran perbulan hanya Rp 19.700. Menurut Andrey, pihaknya tidak melihat lama kepesertaan. Selama terdaftar sebagai peserta maka berhak atas manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

”Untuk santunan meninggal biasa nilainya Rp 24 juta, tapi kalau meninggal karena kecelakaan kerja ahli waris berhak mendapatkan 48 kali upah yang dilaporkan ke kami,” tegas Andrey. Begitu pula peserta yang dirawat karena kecelakaan kerja pihaknya akan membiayai pengobatan hingga peserta sembuh tanpa bartasan waktu dan tanpa batasan biaya alias unlimited.

Di sisi lain, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi berpesan kepada Yuniar selaku istri almarhum yang berprofesi sebagai pedagang bubur ayam itu agar mengelola santunan dengan baik. Dia berharap warisan tersebut jangan digunakan untuk konsumtif tetapi untuk keperluan produktif.

Dirinya juga mengajak jajaran pejabat Wali Kota Jakarta Barat agar berkomitmen membantu warga miskin. Salah satunya dengan aktif mengedukasi masyarakat akan pentingnya program jaminan sosial ketenagakerjaan. ”Karena iurannya sangat murah dan terjangkau oleh warga lapis bawah yakni di bawah Rp 20 ribu, lebih murah dari harga sebungkus rokok tapi manfaatnya sangat besar,” paparnya.

Menurut Rustam, dengan menjadi peserta jaminan sosial warga akan terproteksi dari risiko keterpurukan ekonomi akibat mengalami musibah. Sebab biaya-biaya yang timbul akibat risiko akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan. ”BPJS Ketenagakerjaan juga jangan kendur untuk terus aktif turun ke warga, tunjukkan bahwa kita benar. Jelaskan program ini tidak memberatkan,” paparnya.

Dirinya berjanji akan mendukung segala yang dibutuhkan demi perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Jakarta Barat. Termasuk dengan dukungan-dukungan kebijakan wali kota. ”Kepesertaan RT, RW di Jakarta Barat sudah 60 persen, alhamdulillah. Kita akan dorong lagi sampai maksimal,” tegasnya.

Sementara itu Asisten Deputi Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta dr Merry Triwisatawati mengungkapan dalam semester awal 2018 ini pihaknya mengeluarkan klaim JKM hampir Rp 2 miliar dari 85 kasus meninggal bukan kecelakaan kerja khusus kepesertaan kelembagaan masyarakat di DKI Jakarta sperti pengurus RT,RW, LMK, KKDM,kader jumantik dsb. (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan 

Berita Terkait

IKLAN