Selasa, 25 September 2018 02:23 WIB
pmk

Headline

Demokrat Ngamuk, Tuding Sandi Berikan Rp500 M untuk Cawapres

Redaktur:

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief.

INDOPOS.CO.ID - Publik tiba-tiba dikagetkan dengan rentetan tweet (kulwit) politisi Partai Demokrat, Andi Arief. Ia menyerang Prabowo Subianto, lewat akun twitternya @AndiArief__, Rabu (8/8/2018) malam. Salah seorang ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon enggan bicara soal Tweet koleganya tersebut. Ia hanya menggambarkan bahwa situasinya sedang kurang kondusif.

“Nanti aku jelasin ya. Ini situasinya kurang-kurang ini. Terjemahkan saja tweet Andi Arief,” kata Jansen Sitindaon, saat dihubungi INDOPOS, Rabu (8/8) malam.

Berikut tweet Andri Arief lengkap ;

Capres yang takut karena ancaman partai tertentu lalu takluk, pasti kalau teriak anti asing cuma hiasan dibibir.

Operasi pertama adalah Jokowi Calon tunggal. Jika tidak berhasil maka operasi selanjutnya menunjuk wakil Prabowo yang lemah dengan memanfaatkan kesulitan logistik Prabowo. Kalau sepakbola namanya pengaturan skor.

Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken.

Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus.

Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS.

Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami.  

Terpisah, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah ucapan politisi Demokrat Andi Arief, bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah dan menolak kehadiran Prabowo ke kediamannnya pada  pada Rabu (8/7/2018) malam ini di Mega Kuningan,  Jakarta.

"Gak benar itu," ucap Muzani kepada wartawan di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara,  Jakarta Selatan.

Menurutnya,  hubungan Koalisi dengan Demokrat masih berjalan lancar. "Kita masih baik-baik saja kok dengan pimpinan Demokrat. Dan soal (ucapan) Andi Arief itu akan kita konsultasikan dengan mereka (Demokrat)," ucapnya.

Meski begitu,  Ahmad Muzani mengakui bahwa nama Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menjadi salah satu cawapres alternatif selain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Iya itu emang benar. Mas Sandi menjadi salah satu cawapres selain AHY. Dan kita sudah sampaikan ke parpol koalisi," jelasnya.

Terpisah, Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN)  Zulkifli Hasan menegaskan, ucapan politisi Demokrat Andi Arief adalah omongan yang tidak perlu didengarkan.

"Itu ucapan sampah. Saya kira gak perlu dibahas. Karena itu sesuatu yang gak ada," kata Zulhas usai mengunjungi kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara,  Jakarta Selatan,  Rabu (8/8/2018).

Terkait koalisi,  lanjut Zulhas masih dalam pembicaraan koalisi. "Masih dinamis. Kan belum ada yang mendaftar (ke KPU). Pembicaraan masih intensif. Tunggu saja," selorohnya.

Sementara, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto membantah adanya mahar Rp 500  miliar agar mau mendukung Sandiaga Umo menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. Dia pun mengaku akan membawa hal itu ke ranah hukum sebagai fitnah dan pencemaran nama baik.

"Mulut comberan Andi Arief nggak jelas sumbernya. Dia harus mengklarifikasi dan minta maaaf. Kalau tidak, kami akan tempuh jalur hukum," kata Yandri saat dihubungi INDOPOS, Rabu (8/8/2018) malam.

Soal koalisi,  lanjutnya,  PAN masih menunggu hasil dari Rakernas PAN yang alan dilaksanakan pada Kamis (9/8/2018) di Hotel Sultan.  "Koalisi masih terus dimatangkan. Resminya di Rakernas besok,"  tandasnya. (dil/esa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-demokrat #andi-arief #ahmad-muzani #cawapres-prabowo 

Berita Terkait

Demokrat Nilai KPU Gagal buat Deklarasi Pemilu Damai

Politik

Demokrat: Nomor 1 atau 2 Sama Saja

Politik

Demokrat Akui Main Dua Kaki

Headline

PD Benarkan SBY Diminta Jadi Penasehat Prabowo

Politik

IKLAN