Kamis, 20 September 2018 12:35 WIB
pmk

Nasional

Sarapan dengan Orang Utan dan Merayakan Ulang Tahun Canola

Redaktur:

BEDA-Sarapan bersama orang utan di Singapore Zoo. Foto: M.Izzul Mutho/INDOPOS

Bisa jadi, liburan ke Singapura belum lengkap jika belum singgah ke wahana Wildlife Reserver Singapore (WRS). Apa saja sensasi yang diberikan di tempat wisata di institusi suaka margasatwa tersebut?

M. Izzul Mutho, Mandai

INDOPOS.CO.ID - Pagi itu cuaca cerah. Jarum jam menunjukkan pukul 07.45 waktu setempat, satu jam lebih cepat dari waktu Jakarta. Singapore Zoo sudah bersiap buka. Tak sampai 30 menit waktu tempuh dari salah satu hotel di Novena, tempat INDOPOS dan tiga media Indonesia lainnya menginap, tepatnya di ujung Irrawaddy Road. Jalanan ramai. Maklum hari kerja.

Di sejumlah titik terlihat kepadatan dan sempat merasakan, selebihnya praktis perjalanan lancar. Sedangkan kalau dari Bandar Udara Changi, sekitar satu setengah jam menuju tempat wisata tersebut. Jaraknya sekitar 33 km. Bisa ditempuh naik MRT, bus, atau taksi.

’’Assalamu’alaikum,’’ sapa Senior Manager Corprate Communications Wildlife Reserves Singapore Natt Haniff, Senin (6/8). Setelah berkenalan dan mengobrol ringan, Natt membawa rombongan ke salah satu ruangan yang tak jauh dari pintu masuk Singapore Zoo, yang buka untuk pengunjung mulai pukul 08.30 hingga 18.00.

Di ruangan berukuran sekitar 10 x 4 meter, yang tampak seperti biasa digunakan untuk meeting, itu Natt menjelaskan seputar WRS. Dalam presentasi dan tanya jawab sekitar 30 menit itu, perempuan berhijab tersebut di antaranya menjelaskan bahwa WRS menaungi Singapore Zoo, Night Safari, Jurong Bird Park, dan River Safari.

Setelah selesai, saat yang ditunggu tiba. Melihat langsung aneka hewan. Yang menarik, sejumlah orang utan menemani breakfast para pengunjung. Tempat sarapan, Ah Meng Restaurant, jaraknya selemparan batu dengan kekuatan penuh. Pukul 09.00 kurang, tempat breakfast sudah ramai pengunjung. Ratusan orang tersebut menikmati sajian, sembari menunggu orang utan turun dari atas pepohonan. ’’Breakfast pukul 09.00-10.30, sedangkan orang utan turun pukul 09.30-10.00,’’ ujarnya Natt disusul senyum manisnya.

Pagi itu, lima orang utan turun dari atas pohon. Para pemandu sudah siap. Ada tempat khusus untuk orang utan, tak jauh dari para pengunjung sarapan pagi. Tak lama kemudian, sejumlah pemandu memberikan makanan. Ada tebu, kuaci, dan lainnya. Di antara lima orang utan itu, ada yang masih kecil.  

’’Itu baby,’’ ujar Natt yang mengaku nenek moyang keluargany ada yang berasal dari Bugis dan Madura itu. Di antara namanya, Indah, Anita, Kansa. Orang utan tersebut berasal dari Sumatera, Indonesia. Yang kali pertama, Ah Meng. Bahkan Ah Meng dijadikan ikon Singapore Zoo yang masuknya dibanderol SGD 35 untuk dewasa dan 23 untuk anak-anak.

’’Singapore Zoo ini kali pertama dibuka pada 27 Juni 1973. Dan ada orang utan makan bersama pengunjung seperti ini yang pertama, Ah Meng. Dulu sendirian. Tapi dua kali sehari. Itu sekitar 1982. Dalam perkembangannya, jadi sekali. Pagi hari. Bedanya ada beberapa orang utan, 5-6. Dibagi dua grup, gantian. Ini cucunya Ah Meng. Ah Meng sudah mati. Di Singapore Zoo yang luasnya 26 haktare ini ada sekitar 26 orang utan. Saat ini di sini ada lebih dari 2.400 spesimen dari 300 jenis hewan,’’ terangnya.

Masih belum puas? Pengunjung dapat menikmati nuansa air. Ya, tak jauh dari Singapore Zoo, terdapat tempat wisata, River Safari. Ada 260 jenis hewan. Buka setiap hari, pukul 10.00 hingga 19.00. Pengunjung dikenakan tarif SGD 32 untuk dewasa dan SGD 21 untuk anak-anak. Di antara yang dapat dilihat adalah manati atau manatee, mirip dengan dugong. Pada Senin (6/8), ada salah satu dari hewan yang berasal dari India bagian barat itu ulang tahun. Namanya canola, merayakan hari jadinya yang keempat tahun. Ada juga yang bernama pedro, ifa, dan benito. ’’Di sini ada 7 pejantan dan 5 betina,’’ujar Senior Executive Corporate Communications Wildlife Reserves Singapura Loo Jin Xiang.

Ruangan khusus untuk hewan tersebut disediakan. Joan, pendamping manati menambahkan, kedalaman air 3 hingga 20 meter. Pengunjung bisa melihat dari kaca atau dari pinggir pagar kaca. Jika ingin berinteraksi seperti memberi makan langsung, pun bisa. Tapi harus merogoh kocek SGD 118. Sekitar satu juta seratus delapan puluh ribu rupiah. ’’Paling besar beratnya 1200 kg. Sehari makanan yang disediakan 200 kg untuk 7 pejantan dan 5 betina. Ada kubis, dedaunan, dan wortel,’’ jelas Jin.

Pengunjung juga dapat menikmati sensasi naik perahu. Juga dapat menikmati sejumlah sungai seperti Missipi River, Congo River, River Nile, Ganges River, Mekong River, dan Yangtze River featuring Ginat Panda Forest. River Safari dibuka pada 28 Februari 2014 dengan luas area 12 hektare dan volume air 34.000m3. (bersambung)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature 

Berita Terkait

Ketika Cukai Rokok untuk BPJS Kesehatan

Nasional

Ketika Cukai Rokok untuk BPJS Kesehatan

Nasional

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

Mengunjungi Museum Lukisan Tertua di Bali (2-Habis)

Nasional

Hanya dengan Pejamkan Mata Lahir Karya

Nusantara

IKLAN