Jumat, 19 Oktober 2018 01:43 WIB
pmk

Indotainment

KCI Gelontorkan Royalti 4 Milliar

Redaktur:

DIDISTRIBUSIKAN - Ketua Umum LMK KCI Dharma Oratmangun memberikan arahan dalam satu acara. (inzert) Para pencipta lagu yang tergabung dalam Lembaga Manajemen Kolektif (LMK -KCI) tersenyum bahagia usai menerima royalti.

INDOPOS.CO.ID - Para pencipta lagu yang tergabung dalam Lembaga Manajemen Kolektif (LMK -KCI) tersenyum bahagia. Para pencipta lagu dari berbagai genre baik pop, jazz, dangdut, keroncong, lagu anak-anak, campur sari hingga  lagu daerah menerima royalti dari manajemen KCI.

”“Tahun 2018 ini KCI mendistribusikan sekitar empat milyar lebih,” ujar  Tina Sopacua, General Manager LMK KCI di kantor LMK KCI, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Pendistribusian mulai dilakukan sejak Senin (6/8). Nominal sebesar itu merupakan gabungan dari royalti yang berhasil di kolek oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan yang dikumpulkan langsung oleh LMK KCI. ”Memang belum maksimal karena ada berbagai  kendala, dan itu yang masih terus dikejar baik oleh manajemen maupun pengurus KCI, terutama dari LMKN yang sampai saat ini belum bisa menyalurkan apa yang telah mereka kumpulkan dari para user kepada LMK-LMK. Jadi dari LMKN belum bisa turun semua”, jelas Tina

Ketua Umum LMK KCI Dharma Oratmangun menambahkan, pendistribusian tahun ini yang seharusnya di distribusikan bulan Juli, baru bisa terealisasi pada bulan Agustus. ”Kendalanya karena dana yang dikumpulkan dari para user oleh LMKN sampai saat ini belum turun. Jadi yang kita distribusikan ini adalah penerimaan tahun lalu. Kemudian kami jelaskan pula dana yang dikumpulkan LMKN sepanjang 2018 ini kalau nggak salah ada sekitar enam belas atau delapan belas miliar rupiah yang nantinya dibagi dua dengan LMK hak terkait, kemudian dibagi lagi dengan tiga LMK hak cipta yaitu LMK RAI, LMK WAMI dan LMK KCI sesuai presentasi yang telah disepakati,” jelas Dharma.

Dharma juga mengungkapkan, selain kendala di atas, ada satu kendala lagi yakni setiap rapat dengan LMKN, Ketua Umum LMK KCI selalu menuntut agar LMKN melampirkan tentang apa yang diperjanjikan antara LMKN dengan para penguna (user).

“Pihak LMKN selalu menjawab nanti akan diberikan, namun sudah hampir setahun ini satu lembar pun tidak pernah diberikan, padahal itu harus dan wajib. Oleh karena itu sepanjang LMKN tidak melampirkan itu kami tidak mau terima, apalagi LMK belum pernah memberikan kuasa subsitusi kepada mereka. Di situlah duduk masalahnya,” imbuh Dharma.

Meski masih banyak kendala yang dihadapi LMK KCI, namun semua akhirnya merasa lega karena pada akhirnya uang yang berhasil dihimpun di LMK-KCI bisa didistribusikan.  

”Kalau buat saya cukup puas, ada juga peningkatan sedikit sedikit, namun demikian suara dibawah juga ada yang mempertanyakan kenapa tidak dikasih slip keterangan, kenapa saya cuma dapet segini dan lain-lain. Mungkin mereka belum tahu apa kendala kendalanya, yang saya tahu juga KCI sedang berbenah diri, dan KCI harus terus berbenah agar kedepannya makin bagus,” ujar Papa T Bob, maestro pencipta lagu anak-anak

Penerima Royalti Terbesar

Setiap pendistribusian royalti selalu memunculkan tanda tanya, selain para pemberi kuasa yang tergabung di LMK KCI juga oleh para awak media. Kira-kira siapakah penerima royalti terbesar? Dari sekitar 3.985 pencipta lagu yang memberikan kuasanya kepada LMK KCI (sekitar 1000 diverifikasi ulang), tentu ada yang mendapatkan royalti terbanyak.

Untuk tahun ini, royalti terbesar diraih pencipta lagu Pance Pondaag. Alm Pance Pondaag yang produktif sekitar tahun 80-90an dan banyak melambungkan nama artis seperti Meriam Bellina dan Dian Pisesha ini menerima royalti sebesar Rp45 juta.

Kemudian disusul oleh penyanyi legenda asal Purbalingga yaitu Ebiet G Ade. Ebit mendapat royalti sekitar Rp40 juta. Di peringkat ketiga ada Obbie Mesakh yang menerima royalti sekitar Rp35 juta. (ash)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kci #menerima-royalti-dari-manajemen-kci 

Berita Terkait

Tarik Royalti di Korea, KCI Gandeng Koscap

Indotainment

KCI Selesaikan 6 Proyek Underpass Stasiun KRL di Tahun 2017

Jakarta Raya

IKLAN