Kamis, 22 November 2018 06:11 WIB
pmk

Nusantara

Bentuk Tim, Kementan Bantu Peternak Korban Gempa Lombok

Redaktur: Ali Rahman

Truk berisi bantuan Kementan melalui Ditjen PKH berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan. Foto: Humas Kementan RI untuk INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID- Pasca bencana gempa bumi yang melanda Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan wilayah sekitarnya, sebagai aksi peduli Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) membuat Posko Peduli Gempa NTB dan memberikan bantuan khususnya bagi peternak yang ternaknya membutuhkan bantuan berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan.

Untuk mempercepat penerimaan bantuan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menginstruksikan Ditjen PKH untuk membentuk Tim Aksi Peduli Gempa yang terdiri dari Ditjen PKH (Pusat dan UPT), Dinas PKH Bali, Dinas Kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan. Tim tersebut telah bertugas di lapangan sejak terbentuk pada 5 Agustus 2018 sampai dengan saat ini.

"Tim khusus ini saya tugaskan untuk membantu warga korban gempa, terutama membawa perlengkapan termasuk bantuan pakan, vaksin, uobat-obatan dan pelayanan kesehatan serta teknis lainnya agar ternak warga tetap selamat dan sehat," tegas Amran.

Direktur Jenderal (Dirjen) PKH, I Ketut Diarmita mengatakan, bantuan ini akan disalurkan untuk kelompok ternak yang terkena dampak bencana gempa. Setelah dilakukan identifikasi mendalam diketahui bahwa daerah yang mengalami dampak paling serius adalah Kab Lombok Utara dan Kab Lombok Timur. Namun hingga saat ini belum ada laporan terkait kematian ternak.

“Kami sangat peduli dengan musibah yang menimpa saudara kita di Pulau Lombok ini, apalagi NTB ini adalah salah satu sentra produksi sapi potong (lumbung ternak) penyumbang kebutuhan nasional,” ungkapnya saat menyerahkan bantuan langsung di Posko Satgas PKH Peduli Gempa di kantor BPTP NTB, Kamis (9/8/2018).

“Bantuan akan diberikan ke peternak di dua kabupaten tersebut karena saat mengungsi biasanya mereka panik dan belum optimal untuk mencari pakan ternak, semoga bantuan ini bisa terdistribusikan dengan baik dan bermafaat bagi peternak, ” ungkapnya.

I Ketut Diarmita menyebutkan bahwa wilayah terdampak di Kabupaten Lombok Utara (KLU) berada di empat kecamatan di antaranya Tanjung, Pemenang, Gangga, Kahyangan, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur berada di tiga kecamatan, yaitu, Sembalun, Sambelia, dan Pringgabaya.

Ada sembilan Kelompok Tani Ternak (KTT) yang ada di Kabupaten Lombok Utara yang terkena dampak gempa antara lain KTT Sri Datu dengan jumlah sapi sebanyak 295 ekor, KTT Mekar Sari dengan jumlah sapi sebanyak 142 ekor, KTT Baru Sadar + Pade Angen dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor, KTT Makmur Jaya dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor, KTT Pade Angen dengan jumlah ternaknya 300 ekor, KTT Bina Karya jumlah ternaknya 300 ekor, KTT Maju Sejahtera jumlah ternakya 70 ekor, KTT Tanjung Tilah dengan jumlah ternak sebanyak 50 ekor, dan KTT Telaga Gedong jumlah ternaknya sebanyak 50 ekor.

“Jumlah ternak sapi yang ada di KTT Lombok Utara diperkirakan sekitar 1.307 ekor,” jelasI Ketut Diarmita.

Sementara di Lombok Timur di laporkan terdapat dua KTT yang terkena dampak gempa di antaranya KTT Ama Imron di Dusun Karya, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun dengan Jumlah ternak sapi sebanyak 700 ekor jumlah peternak 40 orang; dan KTT Dasan Kembar di Dusun Bilok Petung, Kecamatan sembalun dengan jumlah ternak sapi sebanyak 100 ekor dan jumlah pemilik sebanyak 25 orang. Jumlah ternak sapi yang terdata di Lombok Timur sejumlah 800 ekor, sehingga jumlah keseluruhan sementara ternak sapi terkena dampak gempa di dua kabupaten sekitar 2.107 ekor.

“Sedangkan untuk wilayah terdampak lainnya masih akan terus kita data dan identifikasi,” tambahnya.

Saat ini persedian pakan yang tersedia di Posko Satgas PKH Peduli Gempa sebanyak 80 ton konsentrat dan 125 ton pucuk tebu. Untuk membantu ternak pengungsi yang sudah terdata, Kementan telah menyerahkan bantuan pakan sebanyak 16 ton konsentrat dan 4 ton pucuk tebu.

Bantuan langsung diserahterimakan oleh Dirjen PKH kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB untuk didistribusikan dan diserahkan kepada KTT yang sudah terdata. (adl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementan-ri #gempa-lombok #ntb #i-ketut-diarmita #mentan-andi-amran-sulaiman 

Berita Terkait

IKLAN