Jumat, 19 Oktober 2018 08:48 WIB
pmk

Opini

Operasi Pangeran Gelap di Palestina dan Aksi JAD di Asia Tenggara

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Menlu Indonesia, Retno Marsudi mengungkapkan, Pemerintah Turki menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemerintah Indonesia membela Palestina. Apresiasi itu disampaikan saat terjadi pertemuan antara Retno dengan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu di  Singapura. "Kita bicara panjang lebar soal Palestina. Turki sangat mengapresiasi peran Indonesia yang sangat konsisten membela kepentingan Bangsa Palestina. Turki justru tidak memiliki konsistensi yang sama," kata Retno Kamis (2/8).

Sikap konsisten Indonesia membela Palestina terlihat dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Menlu AS Mike Pompeo. Presiden Jokowi membahas tentang Palestina dan menyampaikan bahwa perdamaian Palestina adalah prioritas politik luar negeri Indonesia.  Palestina ada di setiap hati masyarakat Indonesia," kata Menlu Retno Marsudi, Minggu (5/ 8).                     

NASIB JELEK PALESTINA DI TANGAN RAJA ARAB & NASIB BAIK ISRAEL DI TANGAN PANGERAN SAUDI.

Terbalik dengan sikap Presiden Turki, Iran,  dan Indonesia yang sejak akhir Desember 2017, menentang sikap Presiden AS Donald Trump yang mendukung kebijakan Jerusalem dijadikan ibukota abadi Israel, sikap Raja Saudi terhadap Palestina, masih mengambang.   

Kantor berita asing, pada (30/7) menyebutkan adanya intervensi Raja Salman bin Abdulaziz dari Saudi untuk mengendalikan sikap putranya, Mohammad bin Salman (MbS) yang mendukung pemaksaan prakarsa Amerika Serikat (AS) “Deal of The Century” untuk menyelesaikan kemelut Palestina-Israel.

Kantor berita itu juga melaporkan, para pejabat Palestina pada Desember 2017 mengabarkan bahwa Pangeran MbS menekan Presiden Palestina Mahmoud Abbas agar menerima proposal "Deal of The Century ".  Namun, dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa para pejabat Saudi menepis isu soal perselisihan antara Raja Salman dan Pangeran MbS mengenai Palestina.

Menurut Dubes Palestina untuk Saudi, Basem Al-Agha, Raja Salman dalam pertemuannya dengan Mahmo ud Abbas belum lama ini mengata kan kepada Abbas “Kami tidak akan membiarkan Anda. Kami menerima apa yang Anda terima, dan menolak apa yang Anda tolak.”

TEKANAN PANGERAN SAUDI UNTUK DUKUNG ISRAEL DAN AS.

Tahun lalu, sebelum pemerintahan Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Abadi Israel, The New York Times melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menekan Abbas untuk menerima rencana perdamaian Trump, bahkan tanpa komitmen yang jelas untuk kenegaraan Palestina atau Ibu Kota Palestina di Jerusalem Timur. Pangeran Mbs malah meminta agar ibukota Palestina dipindahkan ke Abu Dis dekat Jerusalem Timur yang diduduki Israel.

Dalam laporan itu, Abbas menolak tekanan putra Raja Salman terseb ut dan menyebabkan krisis antara Otoritas Palestina dan Riyadh. Sed angkan Raja Salman menyatakan dukungan terhadap posisi Palestin a dan meyakinkan para pemimpin Arab lainnya bahwa Saudi masih berkomitmen untuk Prakarsa Perda maian Arab 2002 yang mencakup negara Palestina dengan wilayah perbatasan tahun 1967 termasuk Yerusalem Timur sebagai ibukota nya.

"Mereka memberi tahu pemerintah (AS), 'Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda sebelum Jerusalem (Timur jadi Ibu Kota Palestina), kami tidak akan bisa melakukannya sekarang'," kata sumber diplomatik mendeskripsikan perkataan Raja Salman.

PANGERAN SAUDI DUKUNG ISRAEL PERANGI RAKYAT PALESTINA

Sikap kontroversi Pangeran Saudi MbS mendukung AS dan Israel, terus mendapat sorotan publik internasional dan dunia Islam. Seperti  dikutip Al Jazeera, Senin (30/ 4), MbS telah menyampaikan kepada Kepala kelompok Yahudi AI PAC yang bermarkas di AS bahwa Pemimpin Palestina harus menerima syarat perdamaian yang diajukan Trump.

Selama pertemuan tertutup pada April lalu di New York dengan para pemimpin organisasi Yahudi (AIPAC), MbS mengecam keras sika p Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Hal itu disampaikan Channel 10 yang mengutip kawat diplomatik dan sumber Israel pada Minggu, 29 April 2018.

"Dalam beberapa dekade terakhir, kepemimpinan Palestina telah kehilangan satu kesempatan gara-gara menolak semua proposal perdamaian. Sudah saatnya rakyat Palestina mengambil proposal tersebut dan setuju hadir di meja perundingan atau (mereka) diam dan berhenti mengeluh," tegas MbS dalam laporan yang dipublikasikan di situs web Axios oleh Barak Ravid, koresponden diplomatik senior Channel 10.                            

PANGERAN SAUDI BAGI TANAH PRI BADI UNTUK ISRAEL.

Opini kontroversial terbaru pangeran Saudi MbS, diinvestigasi Harian Yeni Turki terbitan (28/7) yang melaporkan bahwa, Pangeran MbS  segera membagikan lahan seluas 16 ribu KM persegi di kawasan Tabouk kepada rezim Zionis Israel. Lahan tersebut akan didirikan Kota Neom.

Kantor berita Ahbar al-Saudi melaporkan, pemerintah Saudi memutuskan mengosongkan kota-kota yang berada di kawasan terlarang Tabouk yang akan digunakan untuk melakukan aktivitas militer bersama Israel. Seorang peneliti Turki, Mehmet Amin Ekin, mengungkakan Israel telah bersiap menggunakan daerah itu sebagai gudang penyimpanan senjata kimia, latihan perang darat,  dan udara Rezim Zionis. “Kawasan itu memiliki sumber minyak dan emas berlimpah. Mesir, Jordania, dan UEA adalah sekutu Saudi dalam proyek tersebut. Mesir juga menyerahkan Kepulauan Tiran dan Sanafir sebagai bentuk partisipasi Kairo dalam proyek itu, " ujar Ekir.

TEROR ISIS DI ASIA TENGGARA & OPERASI MONITORING INTELIJEN KEMLU INDONESIA.

Publik Indonesia, pakar-pakar operasi klandestin intelijen, analis intelijen keamanan nasional, dan aktivis gerakan pro-Palestina juga pimpinan dunia Islam lainnya, terus memonitor  operasi-operasi jebakan perang cyber hibrid-asimetris pro xy AS-Inggris-Israel-Saudi dan manuver kontra intelijen Rusia, Turki, Iran,  dan Palestina paska-relokasi kdubes AS di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, pada 14 Mei lalu.                                               Kegiatan ini difokuskan untuk membaca detil dan update analisis setiap skenario terbaru operasi-operasi klandestin "Bendera Palsu" (False Flag Operation) ciptaan intelijen negara asing yang andal menciptakan alasan hak moral internasional untuk menyalahkan, meneror,  dan menyerang negara lain di kawasan Timur Tengah dan sasaran di Asia Tenggara yang telah dijadikan negara target.                                            

Untuk menyelidiki keterlibatan WNI dalam kegiatan operasi-operasi teroris dan radikal di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara, baik yang sudah terdeteksi dan tertangkap maupun terpidana teroris anggota, Malhamah Qubro, Negara Islam Idonesia (NII), Al Khatibah Nusantara, Jamaah Anshorud Tauhid (JAD) yang berafiliasi ke ISIS, maupun Jamaah Islamiyyah (JI),  dan Al Ghuraba Nusantara yang berafiliasi ke AL-QAEDA, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) selalu aktif monitor.

AKSI TEROR JAD-ISIS DI ASIA TENGGARA & JEBAKAN OPERATOR INTELIJEN ASING DI INDONESIA

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan telah menginstrusikan Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Davao, Filipina, untuk menyelidiki laporan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam serangan bom bunuh diri di wilayah Basilan.

"Kemlu telah meminta KJRI Davao meminta informasi resmi apakah ada WNI yang menjadi korban atau diduga pelaku. Sejauh ini otoritas setempat belum mengindikasikan adanya WNI sebagai korban maupun pelaku," kata Kemlu RI dalam sebuah pernyataan Selasa (31/7).

Seperti diketahui, Sebuah bom mobil mengguncang pos pemeriksaan militer di Filipina Selatan, Selasa pagi (31/7). Data sementara, sepuluh orang tewas, termasuk seorang tentara. Para pejabat Filipina mencurigai para militan ISIS Asia Tenggara sebagai pelaku serangan. Basilan adalah benteng dari ke lompok Abu Sayyaf, yang terkenal karena aksi penculikan. Wilayah itu juga "rumah" mantan emir ISIS Asia Tenggara yang terbunuh ta hun lalu.

OPERASI PENANGKAPAN JARINGAN JAD-NII-ISIS ASIA TENGGARA & SKENARIO TEROR ASIAN GAMES DI IN DONESIA

"Kami melakukan kegiatan antiter or untuk mencegah aksi-aksi teror dari jaringan sel-sel terutama Jamaah Anshrut Daulah (JAD). Kurang lebih 37 orang terduga teroris sudah ditangkap," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Bandung, Jumat (3/8).

Puluhan terduga teroris yang ditangkapi jelang perhelatan Asian Games yang digelar di Jabar, yakni sepakbola, paralayang,  dan dayung‎. Menurutnya,  vaksi teror jadi potensi ancaman Asian Games. Mereka di tangkap di Bogor, Subang, Indram ayu, Tasikmalaya, Cirebon, Bandung, kemudian Bogor.

Kapolda Jawa Barat mengkonfirmasi pria berinisial Tbl yang sudah di tangkap Densus 88 Mabes Polri di Gedebage-Bandung, merupakan adalah murid langsung dari terpidana kasus terorisme, Aman Abdurahman yang juga pimpinan jaringan JAD-ISIS di Indonesia.

Dynno Chressbon, Pengamat Intelijen


TOPIK BERITA TERKAIT: #dynno-chressbon 

Berita Terkait

IKLAN