Jumat, 17 Agustus 2018 05:53 WIB
pmk

Nusantara

Pascagempa Suara Gemuruh Terdengar di Gunung Agung, Pertanda Apa ?

Redaktur:

Gunung Agung (jpg)

INDOPOS.CO.ID - Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis siang (9/8/2018) begitu terasa di Bali. Goyangan gempa mencapai Karangasem, Klungkung, Denpasar, hingga ke Tabanan Bali.

Namun gempa Kamis siang itu, membuat warga di 28 desa yang terdampak letusan Gunung Agung semakin was was. Apalagi sempat terdengar suara gemuruh yang cukup keras dari Gunung Agung tepat sesaat gempa terjadi.

“Pascagempa terdengar suara gemuruh di Desa Temukus, Besakih yang berjarak 4 km dari Gunung Agung,” ujar Ketua Pasebaya Agung Gede Pawana di Bali, Jumat (10/8/2018).

Menurut Pawana, kejadian itu dilaporkan Komang Sitop warga Temukus. Kebetulan saat gempa terjadi, Komang berada di Pura Puseh Desa Adat Temukus.

Gempa disertai suara gemuruh itu kontan membuat warga panik. Apalagi setelah itu material bangunan rumah warga rontok digoyang gempa.

“Sempat panik, namun hanya sebentar saja. Setelah itu warga tenang kembali,” ujar Pawana.

Ia sendiri menduga suara gemuruh diduga terjadi karena longsoran yang ada di lereng Gunung Agung.

Pasalnya, ada saksi melihat ada longsoran di sisi barat daya lereng Gunung Agung pascagempa besar terjadi kemarin.

“Made Kebling melaporkan ke Pesebaya Agung ada longsoran di lereng gunung,” imbuhnya.

Kuat dugaan longsoran inilah yang menimbulkan suara gemuruh di Gunung Agung sesaat usai gempa.

Pasebaya Agung sendiri belum berani memastikan apa yang menjadi penyebab suara gemuruh tersebut.

Sebelum gempa sempat terjadi longsor di Gunung Agung. Longsoran kali ini berbeda dengan longsoran sebelumnya dengan jarak sekitar 10 meter di tenggara longsoran sebelumnya.

Besaran longsoran juga belum diketahui karena warga belum berani melakukan pengecekan karena sangat berbahaya. (tra/mus/ind/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gunung-agung #gempa-lombok #gempa-bumi 

Berita Terkait

IKLAN