Kamis, 20 September 2018 11:45 WIB
pmk

Ekonomi

Semester I 2018, Laba Bersih IPCC Naik 58 Persen

Redaktur:

Presdir PT Indonesia Kendaraan Terminal, Chiefy Adi K, (dua dari kanan) bersama Corporate Secretary, Sekretaris Dekom dan para VP serta DVP, di ajang 7th Anugerah BUMN 2018

INDOPOS.CO.ID - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk / IPCC Car Terminal, membukukan kenaikan laba bersih yang tidak diaudit untuk semester 1 tahun 2018  sebesar 58 persen ke level Rp 94 miliar (Laba Bersih Setelah Pajak). Peningkatan laba bersih didahului oleh kenaikan penjualan sebesar 28 persen selama Semester 1  2018 sebesar Rp 250, 3 miliar dibandingkan dengan Rp 195, 7 miliar pada periode yang sama di tahun 2017.

Pencapaian ini mencerminkan arahan strategis manajemen yang tepat. Presiden Direktur PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tbk Chiefy Adi K mengatakan  hasil dari Laporan Keuangan Semester 1 IPCC telah membukukan Laba Bersih sebesar Rp 94.9 miliar.

"Kami yakin dan optimistis bahwa untuk kedepannya, kinerja kami akan bertambah baik meskipun beroperasi di tengah iklim industri yang masih menantang khususnya pertumbuhan ekspor dan pasar domestik," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ia menambahkan, strategi perseroan telah dijalankan dengan baik.

"Dan kami masih melihat banyak peluang usaha yang dapat kami lakukan. Khususnya yang terkait dengan proyek Pelindo II dan IV," ujar Chiefy.

Adapun pendapatan perusahaan pada  Semester 1 2018 mengalami peningkatan sebesar 28 pesen dibanding Semester 1 2017. EBITDA Semester 1 2018 meningkat 45,9 persen dari Semester 1 2017.

Laba Bersih selama Semester 1 2018 setelah pajak sebesar Rp 94,9 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar 58.1 persen  dibandingkan Rp 59,9 miliar pada periode yang sama di tahun 2017. Net Margin Semester 1 2018 sebesar 37,9 persen  dibandingkan 30,7 persen  pada periode yang sama tahun lalu. Total aset pada 30 Juni 2018 sebesar Rp 356,3 miliar. Total ekuitas Rp 228,3 miliar, ekuivalen dengan 64 persen dari Aset. Ekuitas pada 30 Juni 2018 ini belum termasuk proceeds hasil IPO yang masuk pada tanggal 6 Juli 2018. Dari sisi kinerja operasional, peningkatan volume throughput CBU Cars meningkat 10 persen, dari throughput Alat Berat meningkat secara signifikan sebesar 77,6 persen.  Hal ini disebabkan tingginya kebutuhan alat berat pada industry pertambangan dan pembangunan infrastruktur nasional," jelasnya.

Adapun Pembayaran dividen periode 31 Desember 2017 dilakukan pada bulan Maret 2018, dengan Dividend Payout Ratio 80 persen sebesar Rp 104 miliar. Untuk tahun buku 2018, dividen per Desember 2018 akan dibagikan kepada para investor terhitung tanggal 1 Januari 2018, meski IPO dilakukan tanggal 9 Juli 2018.

Chiefy menambahkan, dengan semangat kebersamaan untuk tumbuh bersama, pihaknya optimistis IPC Car Terminal akan terus berkinerja positif meskipun beroperasi di tengah lingkup bisnis yang menantang. Dan ini telah dibuktikan oleh peningkatan penjualan dan marjin.

"Prospek bisnis kami ke depan tetap cerah dan neraca keuangan kami berada pada posisi yang solid. Pendapatan IPCC tumbuh sebesar 28 persen  Y-O-Y didukung oleh peningkatan marjin usaha secara keseluruhan. Kami berharap dengan adanya peningkatan akan permintaan dari sektor otomotif baik CBU maupun heavy equipment dan lainnya, akan menjadi kontributor yang signifikan akan profitabilitas kami. Posisi kas keuangan kami per 30 Juni 2018 tetap solid berada di level Rp 136 miliar pada akhir Semester 1 2018," pungkasnya.

Sementara itu, pada Kamis (9/8/2018) di Jakarta,  IPCC berhasil menjadi pemenang pada ajang 7th Anugerah BUMN 2018. Yakni dengan meraih The Second Best Program Kemitraan dan Bina Lingkungan  (PKBL) Terbaik, Kategori BUMN dan Anak Perusahaan BUMN Tbk. IPCC dinilai berhasil menempatkan program CSR dengan branding Rangkul Warga dengan 4 divisi penyaluran. Yakni  Education and Religion, Sport, Art and Culture, Youth and  Entrepreneurship dan  Health, Social and Environment. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ipcc-car-terminal 

Berita Terkait

IKLAN