X CLOSE Laporan Kinerja DKPP
Rabu, 19 Desember 2018 01:09 WIB

Indotainment

Aksi Kocak Dua Sahabat dalam The Spy Who Dumped Me

Redaktur:

BERAKSI - Dua Pemain The Spy Who Dumped Me menunjukkan kebolehannya berakting. Foto: Net

INDOPOS.CO.ID - Jarang ada film bertema mata-mata yang ”dikawinkan” dengan tema patah hati plus persahabatan cewek. Kombinasi yang tak lazim itu mungkin baru hadir di The Spy who Dumped Me.

AUDREY yang diperankan oleh Mila Kunis adalah sosok perempuan biasa yang bekerja sebagai kasir di toko makanan organik. Di awal film, Audrey dikisahkan putus dengan sang kekasih, Drew (Justin Theroux). Yang menyebalkan, Drew memutuskan hubungannya dengan Audrey lewat pesan pendek. Setelah beberapa saat patah hati, Drew mengajak balik. Saat itulah baru Audrey tahu bahwa pacarnya adalah mata-mata CIA.

Audrey jelas kaget. Sebab, selama pacaran, dia mengenal Drew sebagai seorang penyiar radio. Hubungan mereka pun ruwet. Audrey terseret dalam konspirasi organisasi mata-mata. Namun, dia tidak sendirian. Audrey mengajak serta sahabatnya, Morgan Freeman (Kate McKinnon) dalam misi melarikan diri. Mereka pun berkejaran dengan para agen di Eropa.

Dua sahabat itu saling melindungi dan berusaha menghindari kematian. Kemampuan maupun pemahaman survival mereka nol. Hasilnya, aksi kocak. Sesuai dengan tagline film, pengalaman minimal, kerusakan maksimal. Meski begitu, perlu diakui, banyak adegan action Morgan dan Audrey yang keren. Aksi mereka diselingi kehadiran mata-mata ganteng Sebastian Henshaw (Sam Heughan) dan pembunuh ahli akrobatik Nadedja (Ivanna Sakhno).

The Spy who Dumped Me punya unsur komplet. Drama, ada. Komedi, ada. Action, juga ada. ”Gado-gado” tema pun membuat film rilisan Lionsgate itu membingungkan. Sebab, ketiga unsurnya dinilai serbatanggung. ”Film itu adalah hybrid yang ambisius. Kadang-kadang terasa action banget. Di sisi lain, ada komedi yang mengena banget,” ungkap kolumnis Time Stephanie Zacharek.

Dia memuji sutradara Susanna Fogel yang mengambil risiko menampilkan adegan action ekstrem dalam film komedi. Hal itu juga diulas David Edelstein dari Vulture. ”Adegan laganya kelas R-rated. Ekstrem. Mulai bunyi gemeretak tulang sampai wajah yang mendidih di cheese fondue ada di film,” imbuhnya. Dia menilai akting McKinnon genius. Sebab, karakter Morgan selalu siap dengan celetukan-celetukan.

Kontributor situs khusus ulasan film RogerEbert Christy Lemire menuturkan, duo Audrey dan Morgan selaras dan punya chemistry kuat. Walau karakter mereka beda jauh. ”Kunis adalah tokoh yang ’licin’ dan tak terduga, sementara McKinnon liar dan menantang,” ungkapnya.

Melalui film itu, sang sutradara memang ingin menampilkan persahabatan perempuan usia dewasa apa adanya. ”Di banyak film, tema persahabatan ditampilkan dengan terlalu banyak konflik,” tuturnya. Namun, dia mengambil situasi di dunia nyata. Persahabatan perempuan justru didasari saling dukung yang kuat. (The LA Times/Bustle/Time/fam/c11/nda)


TOPIK BERITA TERKAIT: #film 

Berita Terkait

Scream Fest Indonesia Digelar di IMAX Keong Emas

Indotainment

Yorick The Movie Angkat Perjuangan Bocah Ciamis

Indotainment

Aquaman Seru dan Segar

Indotainment

JFF Putar 14 Film

Indotainment

Film Marlina Raih Penghargaan, Sepuluh Piala Citra Diborong

Indotainment

Kegagalan Iceman: The Time Traveler

Indotainment

IKLAN