Jumat, 19 Oktober 2018 10:04 WIB
pmk

Hukum

Diperiksa KPK, Ahmadi Tak Berkomentar

Redaktur:

Bupati Bener Meriah, Ahmadi saat masuk kedalam Gedung KPK, untuk melakukan pemeriksaan, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Foto: cr-1/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Ahamdi diperiksa menjadi saksi untuk tersangka kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018, Irwandi Yusuf.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, hari ini KPK melakukan pemeriksaan terhadap Ahmadi sebagai saksi untuk tersangka Irwandi Yusuf. "Kami butuh pengetahuan saksi terkait kasus suap DOK Aceh,”ujar Ferbri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/8/2018)

Dalam kasus suap ini KPK menetapkan 4 orang tersangka, yaitu: Ahmadi (Bupati Bener Meriahg, Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh), Hendri Yuzal (Ajudan Irwandi Yusuf), Syaiful Bahri (Swasta selaku Kontraktor).

KPK menduga Ahmadi telah memberikan sejumlah uang sebesar Rp 500 juta kepada Irwandi terkait fee proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018.

Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018 itu sebesar Rp 8 triliun.

Sebagai penerima, Irwandi, Hendri, dan Syaiful disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak pemberi, Ahmadi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsl sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #kasus-suap-pengalokasian-dan-penyaluran-dana-otonomi-khusus-aceh-doka 

Berita Terkait

IKLAN