Jumat, 19 Oktober 2018 08:45 WIB
pmk

Nasional

Diluncurkan, Data Kelautan Nasional Jadi Rujukan Utama

Redaktur:

Kapus Hidrosal, Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, Jumat (10/8/2018) menandatangani peluncuran data kelautan yang menjadi rujukan nasional.

INDOPOS.CO.ID -  Data kelautan secara nasional diluncurkan.  Peluncuran dilaksanakan di Gedung Arsip Nasional Jakarta   oleh tiga Lembaga, Badan Informasi Geospasial (BIG), Pusat Hidrografi, Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), dan  Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jumat (10/8/2018).

“Data kelautan yang terkait kewilayahan yang  merupakan salah satu wujud identitas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Data ini yang menjadi rujukan secara nasional,” ujar Kapus Hidrosal, Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, Jumat (10/8/2018).

Peluncuran Data Kewilayahan yang menjadi rujukan resmi yang dipakai secara nasional. BIG dan Pushidrosal sebagai instansi resmi pemerintah RI yang diberi mandate terkait bidang pemetaan dan informasi geospasial, menggawangi kajian teknis yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kajian teknis menggunakan best vailable data dan juga metode teknis terkini yang disepakati dan dapat dipertanggunjawabkan. Penghitungan panjang garis pantai Indonesia dilakukan menggunakan metode kartografi digital dengan cara mengkompilasi data garis pantai dari berbagai sumber. Hasil perhitungan disepakati bahwa luas wilayah Akedaulatan, yang terdiri dari perairan pedalaman dan perairan kepulauan seluas 3.110.00 km2, Laut territorial 290.000 km2. Luaa wilayah berdaulat, terdiri dari Zona Tambahan seluas 270.000 km2, Zona Ekonomi Ekslusif 3.000.000 km2, Landas Kontinen seluas 2.800.000 km2. Luas perairan Indonesia 6.400.000 km2, Luas NKRI (darat + Perairan) seluas 8.300.000 km2. Panjang garis pantai 108.000 km. Jumlah Pulau di Indonesia kurang lebih 17.504 pulau.

“Sampai saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan pembakuan dan submisi ke PBB sejumlah 16.056 pulau. Proses verivikasi dan pembakuan nama-nama pulau, masih terus berjalan dan menjadi salah satu program prioritas nasional,” jelas Harjo.

Data kewilayahan ini akan didiseminasi nasional untuk dapt dijadikan rujukan nasional. Data ini akan diperbaharui secara berkala dengan mempertimbangkan ketersediaan data, kemajuan teknologi, serta kebutuhan nasional. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #data-kelautan-nasional-jadi-rujukan-utama #badan-informasi-geospasial-big #pushidrosal 

Berita Terkait

IKLAN