Kamis, 20 September 2018 10:17 WIB
pmk

Nusantara

Korban Tewas Gempa Lombok Sudah 321 Orang

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Hingga Jumat malam (10/8/2018) atau H+5 sejak gempa 7 SR pada Minggu malam (5/8/2018), korban tewas akibat gempa Lombok sudah mencapai 321 orang. Namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan jumlah korban tewas akan terus bertambah.

"Hingga H+5 tercatat 321 orang meninggal dunia," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Dirinci Sutopo, korban tewas itu terdiri dari 273 orang di Kabupaten Lombok Utara, 26 orang di Kabupaten Lombok Barat, 11 orang di Lombok Timur, 7 orang di Kota Mataram 7, 2 orang di Lombok Tengah, dan 2 orang di Kota Denpasar 2 orang. "Sebanyak 321 orang meninggal itu seluruhnya sudah diverifikasi," lontar Sutopo.

Adanya laporan-laporan terkait tambahan jumlah korban tewas yang terus berdatangan. Menurut Sutopo pihaknya memang masih terus melakukan verifikasi. "Yang 321 orang meninggal itu yang sudah terverifikasi. jadi artinya jumlah korban meninggal dunia memang lebih dari 321 orang. Namun masih terus dilakukan verifikasi," katanya.

Sementara itu, pengungsi sebanyak 270.168 jiwa tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik.

Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil. Untuk mengatasi ini sejak kemarin, distribusi bantuan menggunakan 3 helikopter dari BNPB dan Basarnas.

Bantuan dari darat juga terus disalurkan. Bahkan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan.

"Dapur umum dan pos kesehatan banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi," tukas Sutopo.

Data sementara kerusakan rumah mencapai 67.875 unit rumah. Dari hasil analisis citra satelit terlihat kerusakan bangunan masif terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Hampir 75 persen permukiman hancur dan rusak.

Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. "Angka ini juga sementara," kata Sutopo.

Lebih lanjut dia menuturkan, kerugian dan kerusakan akibat gempa 6,4 SR dan 7 SR di NTB dan Bali diperkirakan lebih dari 2 trilyun rupiah. Kerugian dan kerusakan ini meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor. "BNPB masih melakukan hitung cepat untuk menghitung kerugian ekonomi," pungkasnya. (dna/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #bnpb 

Berita Terkait

Bantuan Presiden Belum Bisa Cair

Nusantara

Bersama Aice, Fairel Viralkan Bangun Kembali Lombok

Indotainment

Cerita di Balik Viral dan Larisnya Penjualan Kaus 7.0 SR

Nusantara

IKLAN