Sabtu, 17 November 2018 12:03 WIB
pmk

Headline

Mardani Calon Kuat Wagub

Redaktur:

Mardani Alisera. Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Calon wakil gubernur DKI Jakarta sepeninggal Sandiaga Uno yang mengundurkan diri,  bakal diisi salah satu dari kader partai pengusung Anies- Sandi saat Pilkada DKI lalu, PKS dan Gerindra. Namun, PKS tampaknya lebih berpeluang untuk mendapatkan ‘jatah’ Wagub DKI, antara lain mengingat ‘pengorbanan’ partai Islam itu dalam pilpres, yang legowo mengusung dua kader Gerindra sekaligus, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno.

Lantas, siapa figur calon wagub pendamping Anies Baswedan tersebut? Sejauh ini, nama Mardani Ali Sera, penggagas kampanye #2019GantiPresiden yang disebut-sebut akan menduduki jabatan tersebut.

Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid kepada INDOPOS mengatakan, jabatan wagub yang kosong itu adalah milik PKS. "Anies-Sandi itu kan dukungan PKS-Gerindra. Sekarang kan Pak Prabowo menerima, dalam tanda kutip, ketika kemudian Pak Salim (Salim Segaf Al Jufri) tidak dilanjutkan pengajuannya sebagai calon wakil presiden sesuai dengan resolusi para ulama. Saya yakin juga karenanya, Gerindra, Pak Prabowo, juga legowo untuk kemudian memberikan kursi Wakil Gubernur DKI kepada PKS," kata Hidayat Nur Wahid di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Meski demikian, Hidayat mengatakan, urusan itu akan dibahas bersama Partai Gerindra. Untuk kandidatnya, Hidayat belum menyebut siapa.

Meski begitu,  Hidayat tak menampik jika nama Mardani Ali Sera yang merupakan ketua tim sukses Anies Sandi di Pilkada DKI menjadi salah satu nama yang siap menduduki jabatan itu.

"Iya itu salah satu diantaranya. Pastinya akan dibahas bersama-sama," tambah Hidayat.

Begitu pula dengan Ketua Majelis Syuro DPP PKS Salim Segaf Al Jufri. Ia mengaku, nama Mardani kuat menjadi calon wagub DKI menggantikan Sandiaga Uno.

"Nominasinya Pak Mardani. Banyak nama-nama enggak inget semua, banyak,” katanya di Jakarta.

Habib Salim, sapaan karibnya menilai, hal wajar jika Gerindra sudah mendapat kursi calon presiden dan wakil Presiden, maka kursi wagub yang kosong lantaran ditinggal Sandiaga Uno diisi oleh PKS.

"Saya pikir wajar kalau Gerindra dapat posisi capres dan cawapres.  PKS bisa saja dapat posisi wagub," katanya.

Pengumuman kapan dan siapa yang akan mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kata Salim, akan dilakukan seminggu ke depan.

"Dalam waktu dekat, minggu-minggu ini-lah," janji dia.

Hal senada diungkapkan Presiden PKS, Sohibul Iman. "Secara aturan, yang bisa ganti Pak Sandi itu kan dari PKS dan Gerindra. Karena dulu yang ngusung dari dua partai itu," tukasnya dilokasi yang sama.

Sohibul juga menyinggung posisi cawapres yang diisi Sandiaga, kader Gerindra yang kini telah mundur. PKS diyakini akan mendapat jatah kursi wagub.

"Dari PKS memberikan posisi wakil presiden, tentu mereka memberikan hak prioritas kepada PKS untuk menjadi wagub," imbuhnya.

Saat dimunculkan nama Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera,  Sohibul mengaku belum tahu. Meski begitu, ia mengungkapkan, nama pengganti Sandiaga akan diputuskan dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat ini, tapi nanti Senin kami sudah proses. Di situ baru tahu namanya," tutur Sohibul.

Lalu,  bagaimana dengan Gerindra? Fadli Zon selaku wakil ketua umum Partai Gerindra juga tak menampik bahwa jatah kursi kosong di DKI2 untuk PKS selaku partai pengusung.

"Tentu karena pengusungnya dari Gerindra dan PKS, ya nanti mungkin calon wakil gubernurnya pengganti Pak Sandi itu sesuai kesepakatan dari pengusung itu dari PKS," kata Waketum Gerindra Fadli Zon di Jakarta.

Ditanya soal siapa saja nama yang mungkin mengisi pos yang ditinggalkan Sandi, Fadli mempersilakan media bertanya langsung kepada PKS. Termasuk soal apakah ada nama Mardani Ali Sera.

"Saya nggak tahu, nanti ditanyalah ke PKS," tutur Fadli.

Ketika dikonfirmasi menanggapi hal itu, Mardani mengaku masih fokus bekerja dalam pemenangan pilpres.

"Nggak tahu saya. Saya lagi fokus pilpres dan pileg saja," kata Mardani saat dihubungi INDOPOS.

Mardani mengatakan, wewenang menentukan nama ada di Presiden PKS Sohibul Iman. Dia mengatakan belum mengetahui keputusan resmi partai.

"Kalau nama kandidat, silakan ke Pak Sohibul Iman saja," tutupnya.

Di tempat berbeda,  pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie mengimbau kepada Partai Gerindra dan PKS agar bijak menyelesaikan persoalan kursi wagub DKI ini untuk diberi kepada siapa.

Kenapa begitu?  Dirinya mengkhawatirkan jika urusan ini tidak diselesaikan secara musyawarah dan mufakat maka akan memengaruhi pemenangan pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Meski di tataran elit PKS terlihat tidak terlalu ngotot,  tapi untuk persoalan ini pastinya akan mempengaruhi semangat kader PKS di akar rumput untuk memenangkan Prabowo Sandi. Karena PKS adalah partai pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI, yang seharusnya mendapat jatah sepeninggal Sandiaga Uno yang notabene adalah kader Gerindra," jelasnya kepada INDOPOS.

Lalu,  apakah Gerindra siap memberikan jabatan itu untuk PKS?  Menurut Jerry,  itulah yang dibutuhkan adanya kebesaran hati dari Gerindra.

"Ingat,  jangan cuma mempertahankan keinginan kursi wagub DKI,  tapi mesin politik pemenangan Prabowo-Sandi jadi terganggu nantinya. Gerindra harus berbesar hati. Apalagi Prabowo sudah menyatakan bahwa koalisi Gerindra dengan PKS adalah koalisi solid atau sekutu," cetusnya.

Lalu siapakah yang layak menjadi calon wakil gubernur DKI?  Lanjut doktor jurusan politik jebolan universitas di Amerika ini,  nama Mardani bisa menjadi kandidat kuat.

"Jabatan wagub DKI haruslah yang memiliki chemistry dengan gubernur Anies Baswedan. Dan Mardani saya kira yang paling cocok,  yang pernah menjadi ketua tim suksesnya di Pilkada DKI," bebernya.  (dil/aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wagub-dki 

Berita Terkait

Politisi DKI Ingin Wagub Perempuan

Jakarta Raya

Mardani Tak Pantas jadi Wagub DKI

Jakarta Raya

IKLAN