Jumat, 21 September 2018 05:06 WIB
pmk

Headline

Habib Rizieq: Gelar Ijtima Ulama Jilid II

Redaktur:

Imam besar FPI Rizieq Syihab

INDOPOS.CO.ID - Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama menegaskan, pihaknya akan menggelar Ijtima Ulama jilid II.  Hal itu guna menyikapi munculnya pasangan calon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

"Kami akan gelar Ijtima Ulama II. Mudah-mudahan pekan depan sudah terlaksana dan sebelum lebaran Idul Adha sudah ada hasilnya, atas pencapresan Prabowo-Sandi," kata Ketua Umum GNPF Ulama Ustad Yusuf Martak kepada INDOPOS di Jakarta,  Jumat (10/8/2018).

Dirinya menyebutkan, banyak hal yang nanti akan dihasilkan di Ijtima Ulama jilid II itu.  "Diantaranya apakah hanya mendukung saja, atau mendukung dengan penuh kerja nyata mensukseskan pasangan itu. Kita lihat saja hasilnya nanti,"  ucapnya.

Apakah ini sudah berkordinasi dengan  Habib Rizieq Shihab (HRS)? "Ya pastinya begitu. Sebagaimana organisasi umumnya,  kami para pengurus GNPF yang kumpulan dari beberapa organisasi Islam,  ada PA (Persaudaraan Alumni)-212,  ada FPI (Front Pembela Islam),  dll akan melaporkan segala kegiatan berkordinasi dengan HRS selaku ketua dewan pembina GNPF Ulama," terangnya.

Senada diutarakan oleh Ketua Umum PA 212 KH Slamet Maarif. Pihaknya akan mengikuti apa yang menjadi seruan HRS untuk menggelar Ijtima Ulama Jilid II.

 "Akan ada Ijtima Ulama jilid II. Hal ini terkait dua nama yang direkomendasikan sebagai cawapres Prabowo Subianto pada Ijtima Ulama pada 29 Juli lalu tak ada yang dipilih. Ini sesuai arahan HRS,"  kata KH Slamet kepada INDOPOS.

Dia juga membenarkan pelaksanaan Ijtima Ulama nanti akan kembali memperdengarkan masukan dari ulama terkait munculnya nama Prabowo-Sandi.

"Intinya kita ingin kembali mendengar suara dan sikap para ulama dari kehadiran pasangan ini di kancah calon kepemimpinan nasional," jelasnya.

Sementara itu,  Habib Rizieq dalam akun tweeternya pada Jumat (10/8/2018) siang turut menyerukan adanya Ijtima Ulama Jilid II.

"Beri kesempatan yang Luas & Lapang kepada para Habaib & Ulama serta Tokoh Perjuangan kita melakukan "Ijtihad Politik" melalui "Ijtima' Ulama II" untuk menjaga maslahat Agama, Bangsa & Negara demi meraih Ridho Allah SWT," cuit Habib Rizieq.

Sebagaimana diketahui,  pada Ijtima Ulama tertanggal 29 Juli di Hotel Peninsula,  Jakarta,  600 ulama yang juga berkordinasi dengan HRS memutuskan adanya dua pasangan capres-cawapres.

Pasangan pertama adalah Prabowo dengan Habib Salim Segaf Aljufri, dan pasangan kedua adalah Prabowo-Ustad Abdul Somad (UAS) menolak. Sementara Habib Salim ditolak oleh partai koalisi. Sehingga kini nama pasangan calon yang muncul dan terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU)  adalah Prabowo-Sandiaga Uno. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ijtima-ulama #habib-rizieq #pilpres-2019 #prabowo-subianto 

Berita Terkait

IKLAN