Senin, 24 September 2018 06:42 WIB
pmk

Nasional

Segera Sidak LRT Untuk Kesiapan Asian Games

Redaktur: Redjo Prahananda

Rangkaian gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) yang baru datang dari luar negeri di Kelapa Gading, Jakut, beberapa waktu lalu.

INDOPOS.CO.ID- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru ( Katar ), Sugiyanto, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan segera melakukan inspeksi mendadak ( sidak )  pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT ) Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome. Hal ini untuk memastikan LRT telah dapat beroprasi dan dapat digunakan masyarakat sebelum  pesta Asian Games dimulai di Jakarta  pada tanggal 18 Agustus 2018 mendatang.

Sugiyanto mengatakan, untuk memastikan  proyek LRT Jakarta dapat beroprasi tepat waktu gubernur perlu mengetahui kendala-kendala yang harus segera dituntaskan baik pada persyaratan teknis dan kendala pada internal kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

“Bisa bikin malu masyarakat Jakarta, jika LRT Jakarta belum operasi. Ini karena masih ada persyaratan yang belum terpenuhi, seperti sertifikat laik oprasi dan safety assesment dari Kemhub, uji operasi, perjajian kerjasama ( PKS ) antara PT Jakarta Propertindo ( Jakpro ) dan Pemprov DKI Jakarta, izin  oprasi penuh, penetapan tarif dan syarat lainnya. Itu semua belum ada harus cepat dituntaskan, “ ujarnya di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Anggata Presidium Relawan Anies-Sandi  ( Prass ) ini menegaskan bahwa untuk mendapatkan semua persyaratan itu perlu  proses dan waktu yang cukup, serta ada banyak pihak yang terlibat. Akan tetapi semua itu bisa di penuhi sepanjang ada tanggungjawab dan kesungguhan untuk mentuntaskan masalah yang ada. Pihak PT Jakpro dan Pemprov DKI Jakata harus bersama-sama bekerja keras mencari solusinya.

“ Pelaksanaan Pesta Asian Games 2018  Jakarta tinggal menghitung hari. Namun moda tranportasi LRT Jakarta ini masih belum siap digunakan. Padahal di Kota Palembang yang sama-sama menjadi tuan rumah Asian Games 2018 sudah bisa digunakan,” bebernya.

Pria berkaca mata yang akrab disapa SGY ini menambahkan bahwa pergantian Direktur Utama PT Jakpro dan pencopotan serta rencana pergantian pejabat pada Pemprov DKI Jakarta  oleh Gubernur Anies Rasyid Baswedan jangan menjadi penyebab terhambatnya rencana pengoprasian proyek LRT Jakarta. Boleh jadi pejabat tersebut takut mengambil keputusan karena baru menjabat atau karena statusnya hanya Pejabat Pelaksana Tugas ( PLT ), atau kareana akan dicopot. Tetapi seharusnya tetap bersandar pada profesionalisme pejabat dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Lebih lanjut SGY  menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 ( Lima ) Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) pada Pemprov DKI Jakarta yang  terlibat dalam proses percepatan pengoprasian LRT Jakarta, yaitu Dinas Pehubungan ( Dishub ) DKI Jakarta, Badan Pengelolaan Aset Daerah ( BPAD ), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( BAPPEDA ), Asisten Perekonomian, dan Biro Hukum DKI Jakarta.

“ Memang PT Jakpro yang membangun proyek LRT Jakarta dengan panjang lintasan 5,8 km pakai uang DKI untuk  rute Kelapa Gading-Velodrome. Tapi Aset LRT Jakarta itu tetap milik Pemprov DKI. Harus segera dibuat perjanjian kerja sama ( PKS ) dulu antara PT Jakpro dan Pemprov DKI Jakarta. Ini kan belum ada. Bagaimana mungkin bisa ada tarif, izin operasional, dan lainnya, “ tegasnya.

Oleh karenanya Sugiyanto berharap Gubernur Anies Rasyid Baswedan perlu melihat langsung kondisi lapangan proyek LRT Jakarta dan fakta-fakta kendala yang ada pada PT Jakpro dan Pemprov DKI Jakarta. Untuk selanjutnya dapat mendorong semua pihak terkait cepat mengambil langkah yang dibutuhkan. Tujuannya adalah agar  LRT Jakarta dapat segera digunakan untuk kebutuhan Asian Games 2108 dan juga dinikmati oleh masyarakat DKI Jakarta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yasnyah, Selasa lalu (7/8/2018) di Balaikota mengatakan, jadwal operasional LRT masih menunggu sertifikasi dari Kemenhub. Nantinya saat sertifikiasi telah diberikan, pihaknya baru dapat keluarkan izin operasional penyelenggaraan atau operasional selama penyelenggaraan Asian Games.

"Kita tidak membicarakan masalah waktu ya. Kita uji coba sementara, uji operasional namanya istilahnya, sampai pelaksanaan Asian Games. Setelah itu akan dilihat lagi untuk finalisasi semua sarana dan prasarananya," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-2018 #lrt 

Berita Terkait

Danone AQUA Sebarkan Semangat Kebaikan Pasca Asian Games

Indobisnis

Usulan Tarif LRT Rp 10.800 Kemahalan

Jakarta Raya

MRT Diingatkan Tidak Molor Seperti LRT

Jakarta Raya

Dua Hari Jelang Berakhir, Ini Catatan Ujicoba LRT

Jakarta Raya

Ingin Naik Ujicoba LRT, Warga Jakarta Rela Antre

Jakarta Raya

Sukses Karate di Asian Games untuk Modal ke Tokyo

Total Sport

IKLAN