Selasa, 20 November 2018 09:01 WIB
pmk

Politik

Panas Dingin PKB - PPP Klaim Perjuangkan Ma'ruf Amin Cawapres

Redaktur: Redjo Prahananda

Diskusi menyoal 'Melodramatis Capres Cawapres' di Kawasan Cikini Jakarta. Foto : Jaa Rizka Pradana / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) seperti air dan minyak, sulit satu pandang. Seperti halnya dalam situasi saat ini, keduanya masih saling klaim paling berjasa mengantar KH. Ma'ruf Amin jadi bakal cawapres Jokowi.

Koordinator Bidang Hukum DPP PKB Razman Arif Nasution bahkan dengan bangga mengklaim PKB paling berandil besar menyandingkan Ma'ruf dengan Jokowi. Sebab, kata dia, partai yang dinakhodai Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu sangat dekat dengan Pengurus Besar Nahdalatul Ulama (PBNU). Lalu disitu pun Ma'ruf menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

"Kalau ada klaim (Ketum PPP) Romy yang sodorkan (Ma'ruf) boleh saja. Tapi yang paling diuntungkan dari cawapres untuk Jokowi adalah PKB," klaim Razman dalam diskusi di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

Pria berusia 47 tahun itu menegaskan, dipilihnya Ma'ruf sebagai cawapres juga memang benar didetik-detik akhir jelang deklarasi. "Sore itu (Kamis) Pak Jokowi memilih Kiai Ma'ruf, memang pada waktu sore itu bukan dua hari lalu," katanya.

Ditempat sama, klaim serupa dilontarkan Wasekjen PPP, Achmad Baidowi. Meski tak sekencang Razman berteriak berandil besar, Politikus yang karib disapa Awiek itu menuturkan, partainya telah sejak lama berupaya menaikkan nama Ma'ruf ke Jokowi.

"Sejak desember PPP sudah mensounding Kiai Ma'ruf. Gus Romy slalu bilang, pendamping Pak Jokowi itu depannya huruf M, tapi banyak publik mempersepsikannya ke Pak Mahfud," papar Awiek.

Dalam bahasa halus, Awiek pun menampik penentuan Ma'ruf sebagai cawapres diputus secara mendadak dan adanya dominasi partai politik tertentu seperti PKB. Anggota Komisi II DPR ini tegaskan, pembahasan dilakukan oleh seluruh ketua umum parpol.

"Pilihan itu (Ma'ruf) sudah melalui pertimbangaan yang matang. Jadi ketika para ketum berkumpul baik haribKamis kemarin atau sebelumnya, tidak ada satu (ketum) sama lainnya saling dominasi, itu dibahas secara kekeluargaan," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #maruf-amin #pilpres-2019 #ppp #pkb 

Berita Terkait

IKLAN