Senin, 24 September 2018 01:01 WIB
pmk

Politik

Pilpres 2019: Ma'ruf Amin dan Sandi Hasil Negosiasi Detik Akhir

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto: Toni Suhartono/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha, memprediksi,  keputusan dua kubu menetapkan KH. Ma'ruf Amin  dan Sandiaga Uno menjadi cawapres bukan strategi partai politik sejak jauh-jauh hari.

Mereka berdua terpilih murni karena negosiasi antar-parpol koalisi, setelah mengalami deadlock. Menurut Hanta, Ma'ruf dan Sandi merupakan hasil dari akseptabilitas alias seluruh anggota koalisi parpol menerima keputusan tersebut.

"Semua partai pasti punya nama (cawapres) untuk dimunculkan. Lalu, kenapa Mahfud MD batal?  karena problem akseptabilitas partai terutama akseptabilitas di PKB," tutur Hanta di Bilangan Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

Hanta menyebut, kekeliruan besar bila muncul anggapan Ma'ruf Amin dipersiapkan jauh-jauh hari.  Dia melihat, keputusan kubu Jokowi memilih Ma’ruf datang di masa injury-time.

Faktor lain, menurut Hanta, eks-Ketua Mahkamah Konstitusi itu masih sangat mungkin untuk beradu dalam Pilpres 2024, kalau Jokowi menang dalm pilpres 2019. Sedangkan peluang Ma'ruf bakal maju lagi, Hanta sebut sangat kecil. “Bukan strategi.  Ma'ruf Amin  hasil dari negosiasi detik terkahir.”

Begitu juga dengan kubu Prabowo, keputusan memilih Sandi persis seperti keputusan kubu sebelah menjatuhkan pilihan pada Ma’ruf Amin. “Kalau mau jujur (Sandi naik jadi cawapres)sama dengan Ma’ruf Amin, bagian dari detik terkahir," bebernya.

Selain itu, menggaet Sandi, Prabowo juga mendapat tambahan keuntungan. Eks Danjen Kopassus itu mendapat tambahan berupa pasokan logistik.

"Poin ini sebagai jalan tengah. Politik itu tidak bisa di ideal bagi semua. Mungkin ini bukan keputusan ideal bagi masing-masinh kubu atau jangan-jangan mereka bukan cawapres keinginan Jokowi dan Prabowo.” (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN