Minggu, 23 September 2018 12:33 WIB
pmk

Politik

Bantah Sindiran Ma'ruf Amin, PKS Sebut Sandi Sesuai Ijtima Ulama

Redaktur: Redjo Prahananda

Pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendaftarkan diri untuk pemilu 2019 di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jum'at (10/7). Prabowo Sandi maju dengan diusung koalisi tiga Partai, Gerindra, PAN, dan PKS. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membalas sindiran bakal cawapres KH Ma'ruf Amin  menyebut, Sandiaga Uno sebagai pendamping Prabowo tidak sesuai rekomendasi Ijtima ulama.

Politikus PKS Muhammad Kholid menegaskan,  pilihan pada Sandi masih sesuai dengan hasil Ijtima. Menurut dia, rekomendasi Ijtima beberapa bulan lalu itu berbunyi nama Prabawo sebagai capres.

Meksipun, di akhir pengumuman bukan nama Salim Jufry Assegaf atau Ustaz Abdul Somad keluar sebagai pendamping Prabowo.

"Kalau disebut tidak sesuai,  tidak  benar karena di Ijtima Ulama, sesuai keputusan  Prabowo masuk di situ," kata dia dalam sebuah diskusi di Kasawan Cikini, Jakarta, Sabtu (11/8/18). “Walaupun (aspirasi ulama) cuma separuh.”

Menurut Kholid, ketika bertarung di perhelatan Pilkada DKI 2017 lalu, Sandi adalah pilihan ulama. Karena itu, Kholid  mengangap walaupun Ketua Majlis Syuro PKS atau UAS tak pilih, Sandi juga representasi dari aspirasi ulama dan umat.

Guna menuntaskan persoalan ekonomi, PKS memandang Sandi sosok tepat dan  mempunyai kapasitas dalam menguraikan masalah tersebut. “Sosok Prabowo-Sandi diperlukan untuk mengatasi permasalahan ekonomi," kata dia.

Ma'ruf Amin mengomentari soal pilihan Prabowo Subianto jatuh pada Sandi. Maruf menilai, pilihan Prabowo bertolak belakang dengan hasil ijtima ulama.

"Sebelah sana (Koalisi Prabowo-Sandiaga), ngomongnya variasi ulama, tapi kita ijtima ulamanya tidak didengerin ," ucap Ma'ruf Jumat (10/8/2018). (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #maruf-amin #pilpres-2019 #pks #sandiaga-uno 

Berita Terkait

IKLAN