Senin, 19 November 2018 08:15 WIB
pmk

Nusantara

Pemprov NTB Sebar 100 Ton Beras untuk Pengungsi

Redaktur: Redjo Prahananda

Pengungsi di Lombok

INDOPOS.CO.ID - Makanan masih sangat dibutuhkan para pengungsi korban gempa. Untuk itu, Dinas Sosial (Dinsos) NTB telah mengeluarkan semua cadangan beras pemerintah sebanyak 100 ton.

“Pak gubernur sudah perintahkan kita keluarkan cadangan beras pemerintah 100 ton,” kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (8/8).

Beras tersebut dibagikan ke kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sebanyak 12 ton dibagikan ke Lombok Barat dan sisanya ke Lombok Utara. Beras yang dibagikan ke Lombok Utara sudah didistribusikan di bawah kendali bupati, dinsos dan BPBD.

“Kita juga terus mengeluarkan bantuan dalam bentuk terpal, selimut dan lain-lain,” katanya.

Selain membagikan beras, Pemprov NTB juga membuat dapur umum lapangan. Dapur umum itu bekerja sama dengan tenaga lain dari daerah lain. Seperti di Gangga asa dapur umum lapangan Tagana Jawa Timur. Di perkampungan umat Hindu di Lombok dapur umum dibuat Tagana Bali. Di lapangan Tanjung dapur umum dari Tagana NTB, Tagana Sumbawa, dan Tagana Jawa Barat.

Sementara di Kayangan dapur umum dari Tagana Bima. Di Desa Nipah Dapur Umum Tagana Dompu. “Hari ini bergabung juga dapur umum tagana Kota Bima,” jelasnya.

Masing masing dapur umum sekali masak bisa menghabiskan 1.000 bungkus nasi, kecuali yang di lapangan Tanjung 2.500 bungkus sekali masak.

Di luar itu, pihaknya juga setiap hari memenuhi kebutuhan makan keluarga korban yang menjaga di rumah sakit sekitar 175 orang. Sementara untuk beberapa wilayah pelosok, pihaknya terus mendiatribusikan 5.000 bungkus nasi bungkus sumbangan masyarakat yang dan sumbangan OPD NTB.

Untuk diketahu, saat ini di Lombok terdapat jumlah pengungsi tercatat sudah mencapai 270.168 orang yang tersebar di berbagai tempat di seantero Pulau Lombok. Terkait kerusakan fisik akibat gempa, tercatat sebanyak 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Namun menurut Sutopo jumlah bangunan rusak kemungkinan besar akan bertambah. Sebab masih terus dilakukan pendataan. "Seluruh angka-angka ini masih sementara," ujar Sutopo.(ili/jpg/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempak-di-lombok #sebar-100-ton-beras-untuk-pengungsi 

Berita Terkait

IKLAN