Senin, 24 September 2018 12:49 WIB
pmk

Politik

KPU Harus Panggil Andi Arief Luruskan Komentar PKS-PAN Terima Mahar Rp 500 M

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID - Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Zainal Arifin Muchtar angkat bicara terkait dugaan uang mahar dalam majunya Sandiaga Uno menjadi capresnya Prabowo Subianto.

Apalagi "tuduhan" itu disampaikan langsung wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief . Dia terang-terangan menuduh Sandi menggelontorkan uang masing-masing Rp 500 miliar untuk PAN dan PKS menjadi cawapres Prabowo dalam Pilpres tahun depan.

Menurut dia tudingan tersebut tentu harus ditelusuri. Karena ada pasal pelarangan terkait pemberian mahar tersebut. "Karena itu (masalah) serius. Menurut saya, Andi Arief harus dipanggil KPU. Kan (lalau benar) ini pelanggaran Pemilu," kata Zainal sewaktu mengunjungi kediaman Mahfud MD di Yogyakarta, Jumat, (10/8) malam.

Penting mengusut tuduhan itu, menurut Zainal karena negara ini sedang membangun sistem demokrasi lebih baik. Kejadian seperti ini sangat mencoreng proses demokrasi.

"Kejadian seperti ini seringkali menjadi polemik sewaktu proses negosiasi, tapi tidak pernah terbukti. Pemerintah harus menegakkan pasal ink. Nanti bisa berimplikasi banyak, salah satu contoh pembatalan pencalonan. Harus diusut. Karena , walaupun cuma bicara, Rp 500 miliar menurut saya itu penting," kata dia.

Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga menyinggung sikap Partai Demokrat. Sikap menyebut muncul politik uang. Namun tiba-tiba, bergabung dengan partai koalisi.

"Demokrat sendiri sudah menyatakan sikap jelas terdapat duit, tiba-tiba bergabung. Pakai logika, kalau begitu; PAN, PKS dapat duit, dan Demokrat dapat juga dong. Karena itu harus memberikan klarifikasi.”

Belakangan Andi Arief melalui akun twitter pribadi @AndiArief_ menyebut kalau informasi uang mahar masing-masing Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS justru diperoleh dari beberapa elit Gerindra, antara lain; Fadli Zon, Fuad Bawazier, Dasco, dan Prasetyo sewaktu bertemu Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Waketum PD Syarief Hasan, dan Sekretaris Majelis Tinggi PD, Amir Syamsuddin.(dho/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpu #andi-arief #komentar-pks-pan-terima-mahar-rp-500-m 

Berita Terkait

KPU: OSO Tak Penuhi Syarat Pencalonan Anggota DPD

Nasional

DPD Desak KPU Patuhi Putusan MK

Nasional

KPU Cantumkan 41 Bekas Koruptor ke DCT

Nasional

IKLAN