Rabu, 14 November 2018 05:39 WIB
pmk

Nusantara

Tangani Korban Luka Berat, Puluhan Dokter Bedah Dikirim ke Lombok

Redaktur: Redjo Prahananda

Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) menyerahkan bantuan untuk korban gempa Lombok (dok PABI)

INDOPOS.CO.ID - Pemprov NTB maupun memang sangat kesulitan menangani ratusan korban luka berat akibat gempa 7 SR Lombok pada Minggu malam (5/8/2018) lalu. Apalagi disusul gempa susulan pada Kamis siang (9/8/2018) berkekuatan 6,2 SR sehingga korban luka semakin bertambah banyak. Kesulitan paling besar lantaran kurangnya tenaga medis untuk mengoperasi dan mengobati korban luka berat itu.

Apalagi sebagian besar korban luka berat menderita loka robek akibat tertimpa bangunan. Untuk mengatasi hal itu, Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) menerjunkan 50 tenaga medis untuk langsung bekerja menangani korban gempa Lombok. PABI juga mengirimkan satu ton kebutuhan logistik primer. Selain mengirim puluhan dokter ahli bedah, PABI juga mengirim bantuan berupa sembako, pakaian, dan selimut seberat 1 ton.

"Tujuan utama kami, selain kebutuhan primer itu bermanfaat. Para ahli medis dapat bergerak cepat membantu korban, " ungkap Pengurus Pusat ketua Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) Professor Andi Asadul Islam SpBS di Lombok, Jumat (10/8).

Pihaknya juga terus menggalang bantuan dana hingga terlaksananya kegiatan aksi kemanusiaan tersebut. Sebelumnya, bantuan donasi dana diberikan di Lombok pada 8 Agustus 2018.

Sementara itu, anggota PABI cabang NTB Dr. Ramses Indriawan,SpB (K) Onk mengatakan, pengiriman tenaga ahli bedah dari IKABI didatangkan melalui Sulawesi Selatan, Bali, Jakarta, Semarang dan Solo serta berbagai kota di Indonesia. Bantuan logistik IKABI diserahterimakan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilayah Lombok.

"Sejumlah dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan IKABI kami kerahkan ke beberapa tempat. Ada yang bertugas di rumah sakit umum daerah dan adapula yang langsung ke titik bencana, misalnya di Lombok Utara. Relawan pun sudah menyebar untuk membantu pengiriman logistik dan bahan bakar, " tandas Ramses.

Untuk diketahui hingga saat ini, sesuai data dari Badan Nasional Penanggulangan Pencana (BNPB), tercatat jumlah korban tewas sudah mencapai 387 orang tewas, 13.688 terluka, dan 387.067 orang terlantar. Sedangkan jumlah bangunan yanbg rusak terdiri dari 67.875 rumah, 468 sekolah, 6 jembatan, 3 rumah sakit, 10 klinik anak-anak, 15 masjid, 50 mushola, dan 20 gedung perkantoran. (ika/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-di-lombok #pabi #puluhan-dokter-bedah-dikirim-ke-lombok 

Berita Terkait

Malaysia Bantu Pemulihan Pariwisata NTB

Nasional

BREAKING NEWS: Getaran Gempa NTB Sampai ke Bali

Fokus

IKLAN