Senin, 24 September 2018 09:03 WIB
pmk

Hukum

Dugaan Mahar 500 M Sandi Uno, Hanura Minta KPK Lakukan Penyelidikan

Redaktur: Redjo Prahananda

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama sejumlah pimpinan partai pengusung resmi mendaftar sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di gedung KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Pencalonan Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto disebut-sebut membayar sebesar masing-masing Rp 500 miliar sebagai mahar.

Terkait hal itu, Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura, Benny Rhamdani mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wajib melakukan penyelidikan. Informasi tersebut menurut Benny disampaikan Andi Arif.

"Perlunya KPK melakukan penyelidikan atas informasi dimaksud, karena Sandiaga Uno adalah Penyelenggara Negara yang disebut-sebut telah mengeluarkan dana sebesar Rp 1 triliun," ujar Benny, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Dikatakan Benny, perlu dijelaskan apakah dana Rp 1 triliun tersebut diambil dari dana milik pribadi yang sudah dilaporkan dalam LHKPN ke KPK saat dilantik sebagai wagub atau dana itu diperoleh dari sumber lain.

"Jika dana Rp 1 triliun itu bersumber dari pihak ketiga maka Sandiaga Uno patut diduga sudah menerima gratifikasi karena terkait dengan jabatan wagub yang mau jadi cawapres," ungkap Benny.

Jika tindakan yang dilakukan Sandiaga Unobsekiranya benar, lanjut Benny, maka KPK wajib mengusut berdasarkan dugaan Tipikor pasal 12 UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana maksimum 20 tahun.

"Selain KPK menyelidiki dari aspek tindak pidana korupsi, maka BAWASLU juga harus menyelidiki praktek politik uang yang diduga dilakukan oleh Sandiaga Uno," kata dia.

Bagaimanapun, tambah Benny, hal ini terkait dengan dana politik dalam proses pencalonan pilpres 2019 yang dilarang oleh UU.

"Dengan demikian maka paket Prabowo dan Sandiaga Uno, ibarat bayi lahir prematur dan mati, karena dibunuh oleh politik uang dan dugaan tindak pidana korupsi," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpers-2019 #prabowo-subianto #sandiaga-uno #dugaan-mahar-500-m #kpk #partai-hanura 

Berita Terkait

IKLAN