Selasa, 20 November 2018 03:19 WIB
pmk

Indobisnis

Pendapatan Bisnis Utama Pelayaran Tamarin Samudra Meningkat

Redaktur: Redjo Prahananda

RUPSL PT Pelayaran Tamarin Samudra. Kinerja perusahaan mulai meningkat

INDOPOS.CO.ID - Tahun ini menjadi tahun kebangkitan bagi PT Pelayaran Tamarin Samudra, khususnya untuk bidang offshore support vessel setelah tahun sebelumnya mengalami tekanan akibat turunnya harga minyak dunia.

Perbaikan kinerja perseroan tecermin dari meningkatnya pendapatan perseroan dari segmen usaha charter hire, yang merupakan bisnis utama perseroan, mengalami peningkatan pendapatan sebesar hampir 19 persen disebabkan karena penyesuaian daily charter rate mendekati angka seperti kontrak awal.

Secara keseluruhan, pendapatan usaha naik sebesar 16,29 persen jika dibandingkan dengan 2016. Kenaikan pendapatan ini juga berdampak pada penurunan kerugian tahun berjalan pada 2017 sebesar USD3,156 juta, sementara pada 2016 tercatat rugi tahun berjalan sebesar USD 6,806 juta.

Direktur sekaligus Corporate Secretary Perseroan, Leo A Tangkilisan, mengatakan, pada 2017 perseroan berhasil meningkatkan utilisasi kapal perseroan dan dari sisi operasional secara maksimal melakukan efisien di segala bidang dengan tujuan optimalisasi kinerja perseroan secara menyeluruh.

Perseroan juga tetap menjaga tingkat keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja (HSE) pada tingkat terbaik dengan tidak ada kecelakan kerja yang berakibat hilangnya jam kerja (no lost time incident) dan juga tidak ada kecelakaan fatal yang mengakibatkan kehilangan jiwa (fatality).

"Manajemen berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan serta menjaga kelestarian lingkungan. Perseroan juga berhasil mempertahankan sertifikat System Management Terintegrasi ISO 9001-14001-18001," kata Leo dalam paparan publik PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Public expose ini diselenggarakan setelah dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di tempat yang sama.

RUPST Perseroan menyetujui enam agenda rapat, yaitu dispensasi keterlambatan penyelenggaraan RUPST untuk tahun buku 2017, menyetujui Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017, menyetujui penetapan honorarium anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, menyetujui penunjukan akuntan publik untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017, Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, dan menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris.

Sementara itu dalam RUPSLB, Ketua Rapat memutuskan untuk membatalkan rapat karena hingga saat ini perseroan belum bisa memutuskan kepastian mengenai aset yang akan dibeli. Demikian pula dengan rencana peminjaman uang dan/atau menjaminkan saham untuk memperoleh pendanaan dari bank, lembaga keuangan, atau pihak ketiga lainnya belum dapat diperinci lebih lanjut. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pt-pelayaran-tamarin-samudra #leo-a-tangkilisan 

Berita Terkait

IKLAN