Minggu, 18 November 2018 09:41 WIB
pmk

Headline

Pesawat Dimonim Hancur, Hanya Satu Korban Selamat

Redaktur:

HANCUR - Bangkai pesawat Dimonim Air yang mengalami kecelakaan saat penerbangan dari Tanah Merah menuju Oksibil. HUMAS SAR JAYAPURA UNTUK CENDRAWASIH POS

INDOPOS.CO.ID – Sehari pasca hilang kontak, tim SAR gabungan berhasil menemukan pesawat Dimonim Air rute Tanah Merah – Oksibil. Minggu (12/8) pesawat milik PT Marta Buana Abadi itu sudah dalam kondisi hancur. Dari total tujuh penumpang, hanya satu yang selamat. Sisanya meninggal dunia. Pun demikian pilot dan kopilot. Keduanya tidak selamat.

Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit menjelaskan, dirinya sudah mendapat laporan dari tim SAR gabungan. Menurut dia, petugas sudah berusaha maksimal.

”Terlambat sedikit saja hasilnya bisa berbeda,” ungkap Supit.

Lokasi jatuhnya pesawat nahas itu memang sulit dijangkau. Posisinya berada di hutan Gunung Menuk.

Pesawat bernomor registrasi PK-HVQ itu pertama kali terlihat oleh pesawat Caravan C208B. ”Tadi pagi (Minggu, 12/8/2018) pukul 06.15 WIT pada koordinat 04 51.07 S 140 35.94 E pada ketinggian sekitar 6500 feet,” kata Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sindu Rahayu.

Sindu mendapat infornasi tersebut dari Kepala Bandara Oksibil Frits Ayomi. Dia pun membenarkan, hanya satu dari sembilan orang dalam pesawat itu yang ditemukan selamat. Sementara delapan lainnya dinyatakan sudah  meninggal dunia.

”Pesawat PK-HVQ sendiri diketemukan dalam kondisi hancur,” ucap Sindu.

Korban selamat pesawat yang hilang kontak dua hari lalu (11/8) itu bernama Jumaidi. Data sementara menyatakan, Jumaidi masih berusia 12 tahun. Agar segera mendapat perawatan medis, tim SAR gabungan mendahulukan evakuasi Jumaidi. ”Korban yang masih anak-anak memerlukan penanganan medis segera,” ungkap Kapten Infantri Aprin Paembonan.

Aprin adalah Danramil Oksibil. Dia memimpin langsung tim SAR gabungan yang berkumpul sejak Sabtu malam. Lantaran tidak mungkin melalui jalur udara, evakuasi lewat darat menjadi jalan satu-satunya. Kemarin, Aprin dan tim SAR gabungan bergerak sejak pukul 05.30 WIT. Dari Bandara Oksibil mereka bertolak ke Kampung Okatem.

Perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki selama kurang lebih dua jam sampai lokasi jatuhnya pesawat di ketinggian 1.978 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari keterangan Aprin, pesawat dalam kondisi bagian depan rusak parah. Sedangkan sayap kiri patah. Jumaidi sebagai satu-satunya korban selamat ditemukan terluka pada bahu, paha, dan tulang belakang.

Untuk itu, Aprin memerintahkan tim mengevakuasi Jumaidi lebih dulu. Disampingi pertimbangan medis, dia juga turut khawatir terhadap psikis Jumaidi. ”Korban perlu kami evakuasi lebih dulu agar dia tidak terlalu lama melihat kondisi korban lainnya. Itu bisa menimbulkan trauma berkepanjangan,” beber dia.

Berdasar potongan video yang diperoleh media ini dari Kodam XVII/Cendrawasih, Jumaidi sempat berusaha membantu petugas. Beberapa kali dia menyebut posisi korban yang terjepit badan pesawat. Sambil merintih kesakitan bocah itu menyampaikan bahwa ada dua orang korban yang kepalanya terjepit sejak pesawat tersebut jatuh.

Terakhir, Jumaidi dikabarkan sudah berada di Jayapura. Petugas sengaja menerbangkan korban ke sana agar mendapat perawatan medis yang lebih baik. Sementara itu, delapan korban meninggal dunia disemayakan di RSUD Oksibil. Rencananya hari ini (13/8) jenazah korban meninggal dunia dibawa ke Boven Digul untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Infantri Lukas Sadipun yang juga turut ambil bagian dalam upaya evakuasi kemarin belum bisa memberi keterangan pasti soal penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Dia hanya menyampaikan bahwa ada kemungkinan pesawat jatuh karena cuaca buruk. ”Nanti akan ada penyelidikan oleh KNKT tentunya,” ungkap dia.

Selain menyelamatkan Jumaidi dan mengevakuasi korban meninggal dunia, tim SAR gabungan turut mengamankan kotak hitam atau black box pesawat tersebut. Selain itu, GPS yang tersemat pada pesawat itu juga mereka bawa. Seluruhnya sudah diserahkan kepada Polres Oksibil Pegunungan Bintang untuk diteliti bersama KNKT.  (idr/lyn/syn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kecelakaan #pesawat-jatuh 

Berita Terkait

Tiga Mobil Terlibat Tabrakan Karambol

Megapolitan

Licin, Truk Sembako Terguling

Megapolitan

Tongkang Hantam Rumah

Nusantara

Faktor Human Error Penyebab Kecelakaan Transjakarta

Jakarta Raya

Kecelakaan Bus di Kenya, 40 Tewas

Internasional

IKLAN