Rabu, 19 September 2018 12:36 WIB
pmk

Nusantara

Wisata Alam di Ciamis kian Diminati Wisatawan

Redaktur:

Wisata Alam di Kabupaten Ciamis. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Meski wilayah Pangandaran yang dikenal dengan keindahan wisata pantainya sudah berpisah dengan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, setelah pada tahun 2012 lalu ditetapkan menjadi daerah otonom baru (DOB), namun tak membuat Kabupaten Ciamis kehilangan destinasi wisata unggulannya.

Justru kini bermunculan objek wisata baru yang dikelola oleh pihak swasta maupun masyarakat. Juga berbenahnya sejumlah objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah. Namun, setelah Pangandaran berpisah, Ciamis memang tak lagi memiliki objek wisata pantai.

Namun begitu, dengan memanfaatkan alam pegunungan dan peninggalan sejarah yang dikemas menjadi objek wisata, ternyata tak kalah bagusnya. Terlebih, wisata alam pegunungan kini tengah ngehits di beberapa daerah di Indonesia. Ditambah Ciamis memiliki peninggalan sejarah Kerajaan Galuh yang bisa menjadi nilai tambah untuk menarik wisatawan.

Berikut ini empat objek wisata baru di Kabupaten Ciamis yang memanfaatkan alam pegunungan dan kini tengah ramai dikunjungi wisatawan:

Wisata Wahana Tirta Pasir Raya Panjalu

Objek wisata ini bertempat di Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Obwis ini menawarkan panorama alam yang sangat menakjubkan. Apabila berada di sana, pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan gunung yang ada di sekeliling area. Pun bisa menikmati indahnya pemandangan Situ Lengkong Panjalu dari atas bukit.  

Arena bermain utama di Wahana Tirta Pasir Raya Panjalu adalah kolam renang. Namun uniknya, arena kolam renang tersebut berada di atas perbukitan dengan udara sejuk serta air yang cukup dingin. Fasilitas kolam renangnya pun lengkap dengan disediakan untuk arena kolam anak-anak, remaja hingga dewasa.

Tak hanya kolam renang, di obwis ini juga dilengkapi fasilitas sirkuit grasstrack, motocross, flying fox, area parkir yang luas, food court dan photo spot (lokasi berfoto) untuk selfi. Tarif yang dikenakan untuk masuk ke obwis ini sebesar Rp. 15 ribu per orang.    

Air Terjun (Curug) Salosin Ciamis

Objek wisata ini berada di kaki gunung sawal atau tepatnya di Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Obwis ini dinamai Air Terjun Salosin, karena jumlah air terjunnya sebanyak 12. Salosin diambil dari bahasa Sunda yang artinya berjumlah 12. Begitupun Curug yang artinya air terjun. Itu sebabnya masyarakat sekitar menyebutnya Curug Salosin.

Uniknya, sumber mata air di Air Terjun ini berasal dari celah-celah bebatuan besar. Keunikan air yang keluar dari celah-celah batu tentu akan mengingatkan kita pada riwayat air zam-zam di Mekah. Air terjun seperti ini jarang ditemui di tempat lain. Meski kaki gunung sawal terdapat banyak air terjun, hanya di Curug Salosin saja yang sumber mata airnya keluar dari bebatuan besar.

Selain itu, Curug Salosin yang berada di kawasan Gunung Bengkok yang posisinya berada di kaki Gunung Sawal ini, dikisahkan memiliki sejarah kepurbakalaan, yakni sebuah kawah purba yang lenyap oleh proses alam. Gunung Bengkok juga diabadikan pada logo Kabupaten Ciamis.

Objek Wisata Alam Situ Gunung Ciamis

Objek wisata ini baru dibuka pada April tahun 2018 lalu. Lokasinya berada di Desa Tenggerharja, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Objek wisata ini menawarkan keindahan panorama alam, kesejukan alam dan segarnya udara alam pegunungan.

Apabila Anda berkunjung ke sana, bisa menikmati suasana danau dengan ragam fasilitas yang disediakan. Mulai dari food court, taman bunga, foto spot untuk selfi, camping area, perahu cano dan banyak lagi fasilitas lainnya.   

Anda yang suka camping atau berkemah sangat cocok datang ke objek wisata ini. Karena di area wisata ini tersedia lahan camping area atau camping ground. Apabila Anda merasa ribet membawa peralatan kemah, tak perlu khawatir. Karena pihak pengelola menyewakan alat-alat berkemah. Namun, apabila Anda tak suka berkemah, juga tak perlu khawatir. Karena di kawasan objek wisata itu terdapat penginapan sederhana. 

Objek Wisata Alam Sungai Cireong

Objek wisata ini berada di Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Awalnya, aliran sungai yang airnya bening dan bersumber dari pegunungan Gunung Sawal ini, hanya sebagai tempat bermain anak-anak sekitar untuk berenang. Namun, lambat laun warga yang berkunjung ke tempat itu semakin banyak. Tak hanya warga sekitar, tetapi juga warga dari luar wilayah Desa Sukaresik.

Ketika kunjungan semakin ramai, pemerintah desa setempat bersama masyarakat kemudian mengemas aliran sungai yang cocok untuk berenang itu dijadikan objek wisata. Sarana pendukung seperti pelampung, ban dan fasilitas lainnya disediakan oleh pihak pengelola untuk kenyamanan dan keselamatan pengunjung saat berenang. Dan objek wisata ini kemudian dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat.

Setelah resmi dibuka menjadi objek wisata, angka kunjungan wisatawan ke objek wisata Sungai Cireong naik signifikan. Bahkan, apabila di hari libur panjang, bisa mencapai 500 sampai 1000 pengunjung per hari.

Di area wisata ini pun terdapat sejumlah warung yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Bahkan, banyak pengunjung yang membawa bahan-bahan makanan ke lokasi wisata untuk dimasak dengan hidangan nasi liwet. Sudah selesai berenang, lalu makan nasi liwet sambil menikmati panorama alam yang sejuk dan asri, tentunya akan berlipat kenikmatannya.

Baca juga: Tempat Wisata di Cianjur yang Bisa Dikunjungi

Dinas Pariwisata Lakukan Terobosan

Sementara itu, setelah menggeliatnya objek wisata alam di Kabupaten Ciamis, yang makin ramai dikunjungi wisatawan, membuat Dinas Pariwisata (Dispar) setempat jadi tergerak untuk ikut melakukan terobosan. Potensi alam pegunungan di Kabupaten Ciamis, khususnya di kawasan Gunung Sawal yang merupakan salah satu pegunungan terbesar di Jawa Barat ini, banyak keunikannya dan bisa disulap menjadi objek wisata andalan apabila dikemas dengan baik.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, mengatakan, kawasan Gunung Sawal yang sudah lama ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung ini, kondisinya hingga kini masih asri dan terjaga dari kerusakan lingkungan. Karena, menurutnya, masyarakat yang berada di kaki gunung sawal masih memegang teguh adat warisan leluhurnya yang pantrang melakukan pengrusakan terhadap hutan.

“Pantrangan tidak boleh menebang pohon dan memburu bintang tertentu di kawasan hutan Gunung Sawal masih diyakini dan dijalankan oleh masyarakat setempat. Karena kalau melanggar, mereka meyakini akan mendapat semacam musibah yang tidak terduga. Makanya, mereka takut dan sangat menjaga alam di sekitar hutan,” ujarnya.

Adat yang sudah menjadi pegangan di masyarakat setempat itu, lanjut Budi, tampaknya berhasil dalam menjaga keasrian alam di Gunung Sawal. “Itu bisa dibuktikan pada aliran sungai deras yang masih bersih dari pegunungan Gunung Sawal, seperti di objek wisata Sungai Cireong Sindangkasih. Begitupun air terjun Curug Salosin di Desa Sukahurip Cihaurbeuti dan air terjun Curug Tujuh di Panjalu, airnya masih bening dan sangat layak untuk diminum. Artinya, ekosistem alamnya masih terjaga dengan baik,” terangnya.

Budi juga mengaku pihaknya kini tengah mempersiapkan konsep pengembangan wisata air terjun dan aliran sungai deras yang berada di kawasan kaki Gunung Sawal. Selain itu, kata dia, pihaknya pun akan melakukan pendataan objek wisata yang berada di kawasan kaki Gunung Sawal.

“Kawasan kaki Gunung Sawal ini berada di tujuh kecamatan, yakni Sindangkasih, Cihaurbeuti, Panumbangan, Sadanyanya, Panjalu, Kawali dan Cipaku. Di setiap kecamatan terdapat objek wisata alam,” ujarnya.

Hanya saja, kata Budi, tidak semua objek wisata di kaki Gunung Sawal berkembang dan dikenal masyarakat luas. Masalahnya pada pengelolaan dan akses jalan masuk menuju objek wisata yang terkendala ketersediaan infrastruktur yang memadai. “Rata-rata pengelolaannya oleh pihak pemerintah desa dan masyarakat setempat. Jadi, pengelolaannya tidak berkembang, karena terbentur masalah modal dan sarana prasarana, khususnya sarana jalan,” ujarnya.

Maksud dilakukan pendataan, tambah Budi, agar memudahkan pihaknya melakukan pembinaan kepada pengelola objek wisata serta memberikan bantuan dalam pengembangan objek wisata, termasuk memberikan bantuan perbaikan sarana prasarana.

“Kami akan bantu para pengelola agar bisa mengembangkan objek wisatanya dengan baik. Kemudian seluruh objek wisata alam yang berada di kaki Gunung Sawal akan kami integrasikan dalam satu konsep promosi. Dalam promosinya, nanti akan diperkenalkan satu persatu objek wisata yang ada di kawasan kaki Gunung Sawal. Bahkan, akan kami tawarkan kepada agen travel wisata,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Budi, wisatawan bisa menikmati paket wisata dengan mengunjungi seluruh destinasi wisata yang ada di kawasan kaki Gunung Sawal.

“Jadi, kami bisa menawarkan banyak pilihan kepada wisatawan. Kalau mau berwisata air terjun, ada Curug Salosin, Curug Tujuh Panjalu dan beberapa curug lainnya. Kalau mau berwisata air deras, ada objek wisata Sungai Cireong dan ada beberapa lagi pilihan. Mau semua dikunjungi pun bisa. Dengan konsep terintegritas seperti ini diharapkan semua objek wisata itu bisa turut terbantu dalam pengembangannya,” pungkasnya. (cr-4)


TOPIK BERITA TERKAIT: #budi-kurnia #pemkab-ciamis #gunung-sawal #wisata-alam-di-ciamis 

Berita Terkait

IKLAN