Minggu, 18 November 2018 05:32 WIB
pmk

Kesehatan

Diabetes Masih Dianggap Enteng

Redaktur:

KOMPAK-Masyarakat diajak untuk waspada terhadap penyakit diabetes. Teman Diabetes diluncurkan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (10/8) lalu. Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Penyandang diabetes (diabetesi) atau sakit kencing manis banyak yang tak sadar kalau gula darahnya tak terkontrol. Kebanyakan baru mengetahui terkena diabetes ketika sudah terkena komplikasi penyakit lain seperti gagal ginjal. 

Bahkan International Diabetes Federation (IDF) mencatat, sebanyak dua dari tiga orang yang terdiagnosis tidak mengetahui dirinya menyandang diabetes. Dr dr Aris Sp.PD., KEMD, selaku Ketua PEDI (Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia) menjelaskan, Diabetes Melitus (DM) bukan sekadar masalah gula darah.

Walapun diabetes ditandai dengan peningkatan gula dalam darah, ternyata, ini menjadi sumber terjadinya komplikasi pada kesehatan tubuh. ''Untuk bisa melihat ini semua, kita harus mengetahui penyebab awal terjadinya DM. Baik penyebab diabetes maupun kenaikan kadar gula dalam darah. Karena diabetes itu tidak berdiri sendiri. Gula darah harus benar-benar diperbaiki,'' ujarnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8) lalu.

Penyakit diabetes adalah penyakit katastropik atau berbiaya tinggi karena menyebabkan komplikasi. ''Sangat penting untuk diabetisi dan keluarga untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai gaya hidup sehat. Karena diabetes bukan sekadar kelola gula darah, tapi juga kelola gaya hidup,'' tegasnya.

Survei yang dilakukan Teman Diabetes menjelaskan, fakta dari 220 orang dengan kategori pradiabetes, diabetesi, dan inner circle (anggota keluarga penyandang diabetes) ditemukan hanya 14,3 persen responden mengukur gula darah rutin setiap hari. Yang sangat mengejutkan adalah sebanyak 28,6 persen konsultasi ke dokter sekali dalam satu tahun.

Untuk membantu mengontrol kondisi diabetes dan menjalankan hidup lebih sehat, sekitar 85,7 persen responden mengaku membutuhkan dukungan dari inner circle yaitu keluarga, teman, dan rekan kerja. Sedihnya, prevalensi penderita diabetes di Indonesia tidak pernah menurun, tapi justru selalu naik. 

Data ini juga bersumber dari organisasi kesehatan dunia WHO serta Kementerian Kesehatan atau Riskesdas. Angka penyandang diabetes (diabetesi) di Indonesia menurut data IDF Diabetes Atlas pada 2015, Indonesia menempati peringkat ke-7 di dunia. 

Pada 2017, peringkat Indonesia naik menjadi negara ke-6. Angka penyandangnya diperkirakan lebih dari 10 juta orang.

Tak heran jika sebagian besar penderita diabetes mengaku tidak lagi mengonsumsi nasi putih, roti tawar, minuman bersoda, serta makanan yang mengandung gula. Pasalnya, selain dengan pengobatan, diabetes juga harus diimbangi melalui pola makan khusus yang telah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi mereka. 

Namun Anda tidak perlu khawatir. Ternyata ada tips bagi diabetesi yang ingin menikmati hidangan lezat seperti sedia kala. 

''Siapa bilang diabetesi tidak boleh makan mi ayam? Mereka bisa mengonsumi makanan tersebut dengan porsi yang berbeda. Triknya Anda hanya boleh mengonsumsi 1/4 daging ayam dan 1/4 mi dari porsi aslinya. Selain itu harus dilengkapi sayuran yang porsinya dua kali lipat dari porsi mi yang akan dikonsumsi,'' ungkapnya.

Diabetesi juga bisa mengkonsumsi durian, tapi harus dibatasi. Aris mengingatkan, si 'raja buah' ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang begitu cepat dalam tubuh setelah dikonsumsi. 

''Durian itu cepat sekali menaikkan kadar gula darah. Itu sebabnya diabetesi harus membatasi konsumsi buah ini,'' tukasnya.

Dia menambahkan, diabetesi diperbolehkan mengonsumsi durian, asal mematuhi persyaratan ini. Ya, dibanding melarang diabetesi untuk menikmati beragam makanan, Aris lebih senang mengedukasi penderita diabetes untuk bisa menjalani hidup secara normal.

Salah satunya dengan memberi resep aman mengonsumsi durian. Agar tidak terjadi lonjakan gula darah yang terlalu cepat, sebaiknya usai mengonsumsi durian, maka diabetesi harus mengonsumsi sayuran dalam jumlah tertentu.

Hal ini bertujuan untuk menghambat penyerapan gula dari buah durian di dalam tubuh. ''Kalau mau makan durian, siapkan dulu sayur mentah 200 gram, terus timun satu buah, dan tomat yang besar satu buah. Nah, wajib makan sayuran itu dahulu baru makan durian. Selain perut sudah lebih kenyang sehingga nafsu makan durian berkurang, sayur juga bisa menghambat penyerapan gula, jadi dampaknya berkurang,'' tandasnya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan #teman-diabetes 

Berita Terkait

Jangan Biarkan Kanker Meredupkan Mimpi

Jakarta Raya

Hampir Capai Seratus Persen

Jakarta Raya

Anak Sering Mual dan Muntah, Waspadai Ginjal

Jakarta Raya

Radang Sebabkan Gigi Cepat Ompong

Jakarta Raya

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

Dehidrasi Sebabkan Batu Ginjal

Jakarta Raya

IKLAN