Kamis, 20 September 2018 06:13 WIB
pmk

Jakarta Raya

Seru, Ada Atraksi Panahan di FTB

Redaktur:

MEMANAH-Salah satu atraksi budaya Betawi yang ditampilkan saat gelaran Festival Tanjung Barat di Lapangan Sukatani, Jakarta Selatan, Minggu (12/8). Foto: JOESVICAR IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ratusan warga Jakarta Selatan dan sekitarnya menyambangi Festival Tanjung Barat 2018 yang digelar selama dua hari, 11-12 Agustus di Lapangan Sukatani, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam festival menampilkan banyak seni dan budaya Betawi yang cukup unik. Salah satunya seni memanah. 

"Kita ingin selalu melestarikan kebudayaan Betawi melalui aktivitas pesta rakyat seperti saat ini. Kebanyakan yang mengisi acara disini berasal dari Sanggar Seni dan Budaya Betawi yang ada di wilayah Tanjung Barat ini," jelas Ketua Panitia Festival Tanjung Barat 2018 Dedhy Haryadi, Minggu (12/8).

Sejumlah stand bazar UKM dan IKM, UKM OK OCE, paguyuban usaha, Kader PKK, SMK serta warga setempat turut memeriahkan Festival Tanjung Barat kali ini. Mereka menjual aneka kuliner Betawi, seperti dodol, kerak telor, bir pletok, fashion, serta berbagai kerajinan tangan.

"Festival Tanjung  Barat ini dilakukan sebagai upaya untuk menggali serta memajukan budaya Betawi. Tidak hanya seninya, tapi juga kulinernya," ungkap Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin didampingi Lurah Tanjung Barat Debby Novita Andriani.

Arifin mengatakan, festival ini sebagai salah satu tradisi dan budaya harus terus dilestarikan dan digelar. Supaya anak-anak muda kenal dengan budaya Betawi.

"Sehingga tidak tergerus oleh budaya dari luar. Dan juga, agar melalui kegiatan ini bisa mengembangkan potensi budaya Betawi di Jakarta Selatan," harapnya.

Tampak dalam kegiatan tersebut, ratusan warga masyarakat Depok, Jakarta, dan sekitarnya antusias menghadiri kegiatan tersebut. Dalam acara tersebut, juga diwarnai oleh kebolehan aksi para Pencaksilat Kelurahan Tanjung Barat. 

Sementara itu, H Ahmad Syaifudin atau akrab disapa Bang Has, selaku Ketua Persatuan Seni Pukul Betawi (PSPB) Kelurahan Tanjung Barat menuturkan, untuk pertunjukan pencak silat dihadirkan 11 Perguruan Silat Betawi dari Jakarta, Depok, dan Pondok Gede. "Ini juga sebagai menyambung silaturahmi kami dari alumni SMA 49 Jakarta. Kita mengisi kegiatan dengan penampilan dari 10 sanggar yang tergabung dari Kelurahan Tanjung Barat," terangnya.

Tak hanya diisi dengan kegiatan UMKM, di Lapangan Bola Sukatani juga digelar

panahan. "Ya panahan ini sebagai kegiatan variasi untuk merangsang generasi muda agar mau mencoba, latihan memanah. Di zaman Rosullullah juga dilakukan latihan memanah. Ini juga kita tanamkan pada generasi penerus bangsa dan akan ditularkan kemasing-masing sanggar, karena panahan juga salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018," tambahnya. 

Bang Has menambahkan, tampilan pencak silat disini lebih banyak menampilkan seni pukul silat betawi dengan kategori prestasi. Salah satu sanggar kita yang seringkali masuk di tingkat Nasional (IPSI) antar pelajar.

Seperti Sanggar Mustika pernah mengikuti pertandingan di tingkat Nasional. Di PSPB dalam beberapa sanggar pernah meraih juara 2 Nasional 2017 di Medan kelas SLTA. Kedepan agar menjadi motivasi yang lainnya. 

"Biasanya untuk mengisi kegiatan rutin seminggu dua kali pertemuan. Pada malam Jumat menggaji, dan malam Sabtu latihan gerak. Kita tekankan seni budaya Betawi, olahraga dan beladirinya," tutupnya. (ibl) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #festival-tanjung-barat-2018 #kebudayaan-betawi 

Berita Terkait

Masyarakat Betawi Harus Bangun Jakarta

Jakarta Raya

Ondel-Ondel untuk Jakarta

Jakarta Raya

Nyok, Kita Nonton Ondel-Ondel

Jakarta Raya

Meriahnya Festival Kerak Telor

Jakarta Raya

Imbau Tiap Kampung Jaga Identitas Betawi

Jakarta Raya

Imbau Perkenalkan Budaya Betawi kepada Asia

Jakarta Raya

IKLAN