Sabtu, 17 November 2018 03:55 WIB
pmk

Nusantara

Petani Garam NTT Terima KUR

Redaktur:

Panen Raya Garam Rakyat mitra PT Garam di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/8/2018). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko, serta masyarakat Bipolo, Sulamu dan sekitarnya.

INDOPOS.CO.ID - Petani garam di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Perluasan cakupan yang dilakukan pemerintah itu melibatkan BNI sebagai pionir dalam menyalurkan KUR tersebut.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI, Catur Budi Harto mengatakan, dengan kerja sama itu, BNI memungkinkan untuk menyalurkan KUR. BNI juga bekerja sama dengan PT Garam menggelar Capacity Building untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menjadi petani garam itu lebih menguntungkan.

"Di sini, Capacity Building juga memberikan pembinaan tentang cara meningkatkan produksi garam. Capacity Building ini diikuti 100 petani dan calon petani garam," ujar Catur kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Selasa (14/8/2018).

Melalui sinergi ini, petani akan mendapatkan berbagaoi manfaat. Pertama, mendapatkan pembinaan, akses pembiayaan dan akses pasar hasil panen garam. Kedua, kualitas dan produktivitas sesuai dengan standar garam konsumsi dan industri nasional. Ketiga, harga jual garam lebih pasti dan lebih tinggi dari harga pasar.    

“Dengan demikian, pada akhirnya pendapatan dan kesejahteraan petani garam akan meningkat. Sinergi ini menjadi awal yang positif dan motivasi kami untuk terus berupaya dalam peningkatan kesejahteraan petani dan pengembangan dalam sektor produksi garam rakyat,” katanya.

Hingga Juli 2018, penyaluran KUR BNI telah mencapai Rp 10,07 triliun atau 75 persen dari alokasi plafond KUR 2018 yang diberikan kepada BNI sebesar Rp 13,5 triliun. Khusus pembiayaan kepada sektor Garam, BNI telah menyalurkan kredit segmen kecil produktif sebesar Rp 7,4 miliar pada cluster-cluster garam binaan di Sumenep (Jawa Timur), Indramayu (Jawa Barat), dan Bipolo (NTT).      

“Melalui program perluasan KUR kepada sektor garam dan dengan strategi sinergi BUMN-PT Garam, maka BNI yakin akan terus dapat meningkatkan pembiayaan ke sektor produksi, khususnya dengan penyaluran KUR sektor produksi di cluster-cluster produksi garam,” sebutnya.

Adapun, Kupang memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sentra garam, hal ini didukung kondisi geografis, lahan, salinitas air laut, dan klimatologi. Untuk itu, Kementerian BUMN mendorong PT Garam untuk melakukan pengelolaan potensi garam ini dengan mendirikan unit produksi garam dengan sistem bagi hasil dengan warga Bipolo yang saat ini telah memiliki luas lahan 304 ha dari potensi 7.700 ha. (adl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kredit-usaha-rakyat #petani-garam #bank-bni #catur-budi-harto #kupang-ntt 

Berita Terkait

BNI Dukung Program Perhutanan Sosial di Jabar

Indobisnis

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 T

Ekonomi

BNI Bantu Peningkatan Ekspor

Indobisnis

Panen Melimpah, Petani Nikmati Manisnya Garam

Nasional

IKLAN