Rabu, 19 September 2018 10:06 WIB
pmk

Nasional

Ini Negara yang Perangkat Telekomunikasinya Banyak Diuji

Redaktur:

PROSES-Seorang penguji tengah menguji handphone 4G di Balai Besar Pengujian Perangkat dan Telekomunikasi (BBPPT) Ditjen SDPPI Kemenkominfo di Bekasi, Senin (13/8/2018). Foto: Armanto/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Mau tahu negara mana yang perangkat telekomunikasinya banyak diuji untuk mendapatkan sertifikat dari Balai Besar Pengujian Perangkat dan Telekomunikasi (BBPPT) Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)? Adalah Tiongkok atau China. Perangkat telekomunikasi asal Negari Tirai Bambu itu jumlahnya mencapai 1.411. Disusul Indonesia sebanyak 161, Jepang sebesar 151 perangkat, Amerika Serikat (AS) sebesar 105, Latvia sebanyak 102, dan lainnya.

Kemudian kategori perangkat yang diuji mayoritas bluetooth  sebanyak 917,  wi-fi atau wireless LAN Indoor 2,4 GHz sebanyak 782, Low Power (<10mW) sekitar 308, Conducted Electromagnetic Interference sebanyak 267, dan lainnya.

Sementara jumlah permohonan sertifikat yang diajukan ke BBPPT Ditjen SDPPI pada 2015 sebanyak 3.277 permohonan, 2016 (2.701), 2017 (2.538), dan 2018 (1.612). Khusus permohonan pada 2018 (per 7 Agustus) rinciannya selesai diuji sebesar 1.455, pengerjaan LHU 63, proses pengujian 80, dan pengujian bermasalah 14. Sedangkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) BBPPT pada 2015 sebesar Rp 26,18 miliar, 2016 (Rp 33, 65 miliar), 2017 (Rp 22,01 miliar), 2018 (per 7 Agustus) (Rp 12 miliar).

Dirjen SDPPI Kemenkominfo Ismail mengatakan, masyarakat harus terus diberikan sosialisasi bahwa penggunaan spektrum frekuensi dan alat komunikasi radio yang tidak sesuai peruntukkannya dapat membahayakan keselamatan orang lain. ”Kalau masyarakat ingin menggunakan alat-alat telekomunikasi, gunakan alat yang sudah bersertifikat (melalui BBPPT, Red),” ujarnya dalam Media Briefing bertema ‘Tepat Menggunakan Alat Komunikasi’ dan kunjungan ke BBPPT di Bekasi, Senin (13/8/2018).

Dia mencontohkan masalah keselamatan penerbangan akibat penggunaan spektrum frekuensi dan alat komunikasi radio ilegal. Jalur komunikasi pilot dengan menara kontrol menggunakan spektum frekuensi radio, jika terganggu ini sangat berbahaya terhadap keselamatan penerbangan. Lalu perangkat-perangkat sensor yang menggunakan spektrum frekuensi terkait kebencanaan. Ini dapat terganggu dengan kehadiran frekuensi ilegal. 

Sekretaris Ditjen (Sesdit) SDPPI Sadjan menambahkan, risiko dari tugas BBPPT yakni, dikomplain. Ini mungkin kurang terpenuhi dari aspek kepuasan. Kemudian risiko kesehatan bagi pengguna atau masyarakat. ”Para penguji harus cermat terkait tingkat radiasi penggunaan handphone (HP) ketika menempel di kuping. Ini juga menjadi perhatian BBPPT,” ujarnya. 

Sadjan menambahkan, tantangan BBPPT ke depan bahwa fungsi dan pengujian sertifikasi menjadi sangat penting. Karena ini terkait dengan dua aspek, pertama produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dan produk dalam negeri yang harus dikawal bersama kementerian lain.

BBPPT juga akan membangun gedung baru di kawasan Tapos, Kota Depok sekitar 2,25 hektare (ha). Target penyelesaian gedung tersebut pada 2020 mendatang. Selama ini, gedung BBPPT hanya ada di Bekasi.

Direktur Standardisasi Kominfo Mochamad Hadiyana mengatakan, sertifikat merupakan jaminan tertulis bahwa sampel alat dan perangkat telekomunikasi telah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan dan dengan demikian jenis perangkat tersebut boleh diperdagangkan dan digunakan di wilayah Indonesia.  ”Sementara untuk memastikan bahwa alat dan perangkat telekomunikasi yang telah bersertifikat yang beredar di pasar juga memenuhi persyaratan teknis maka perlu dilakukan pengawasan berupa post market surveillance (PMS),” jelasnya.

Kepala BBPPT M. Rus’an menjelaskan, pihaknya memiliki kemampuan laboratorium uji alat atau perangkat telekomunikasi yang telah mendapatkan dua akreditasi untuk Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kaiibrasi Aiat Ukur. Laboratorium Pengujian telah mempunyai 18 ruang lingkup pengujian yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk Laboratorium Kalibrasi mempunyai 12 ruang lingkup Kalibrasi. (adl/aro)


TOPIK BERITA TERKAIT: #spektrum-frekuensi #alat-telekomunikasi #ditjen-sdppi #bbppt #kemenkominfo 

Berita Terkait

IKLAN