Kamis, 20 September 2018 05:45 WIB
pmk

Nusantara

Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembakaran Satu Keluarga di Makassar

Redaktur:

Foto : JPNN

INDOPOS.CO.ID - Polisi akhirnya dapat meringkus para pelaku pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Makassar pada Senin dini hari (13/8) lalu.

Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar mengatakan, dari keterangan para pelaku yang ditangkap terungkap kalau pembakaran itu diotaki gembong narkoba bernama Akbar Ampuh alias Daeng Ampung yang sedang mendekam  di dalam Lapas Kelas 1 di Makassar.  Ampuh memerintahkan para anak buahnya yang dipimpin Andi Ilham untuk membunuh Ahmad Fahri alias Desta, 30, karena tak kunjung membayar utang penjualan sabu kepada Daeng Ampuh.

Dalam pemeriksaan juga terrungkap, kalau para pelaku menyulut api dengan bensin botolan. "Ada enam pelaku yang sudah kami tangkap. Dan saat ini mereka masih terus menjalani penyidikan. Kemungkinan masih ada pelaku lain yang masih melarikan diri," ujar Kombes Irwan di Makassar, Selasa (14/8/2018). Salah satu pelaku yang masih diburu diketahui bernama Apang.

Dijelaskan Irwan, ada dua kasus yang menyertai peristiwa itu. Pertama kasus penganiayaan dan pembakaran yang menyebabkan kematian sejumlah orang. Ia juga mengakui adanya keterlibatan sindikat peredaran narkoba di Makassar dalam aksi pembakaran itu.

Dari keterangan para saksi mata juga diketahui kalau api sengaja dinyalakan bersumber dari tumpukan kardus bekas di depan rumah korban yang berlokasi di Jalan Tinumbu  Lorong Nomor 166B Kelurahan Pannampu Kecamatan Tallo Makassar. Kemudian dengan bantuan bahan bakar minyak yang disiramkan ke bagian rumah, api cepat menjalar mengikuti pola minyak dan menghanguskan bangunan, termasuk 6 orang .penghuninya.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penelitian dari Laboratorium Forensik. "Setelah Labfor memberikan hasilnya baru kita akan merilis semuanya," imbuhnya.

Terkait keterlibatan Daeng Ampuh, menurut Irwan dari hasil penyelidikan pelaku Ampuh juga masih mengatur bisnis narkobanya dari dalam sel penjara.  Ia menjelaskan, fahri menerima narkoba dari bandar lain di luar penjara namun atas perintah Ampuh. Belakangan narkoba yang diterima Fahri untuk diadarkan ternyata tidak dibayarkan Fahri. Hal ini membuat Ampuh menyuruh anak-anak buahnya untuk menagih. Namun Fahri justru sembunyi di rumah kakek dan neneknya, sehingga berujung pada pembakaran rumah tempat Fahri bersembunyi.

"Karena tidak juga dibayarkan dia (Fahri) maka berujung pada pembakaran itu," tukas Irwan.

Ia menegaskan kalau para pelaku dijerat Pasal 340 ayat (3) juncto Pasal 55 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (rul/cuy/jpg/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelaku-pembakaran-satu-keluarga-di-makassar #sabu 

Berita Terkait

IKLAN