Rabu, 14 November 2018 01:34 WIB
pmk

Nusantara

Kerugian Gempa Bumi Lombok Rp 5 Triliun

Redaktur:

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

INDOPOS.CO.ID - Dampak gempa bumi di Lombok ternyata menyisakan kerugian ekonomi yang besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan perhitungan sementara atas kerugian akibat gempabumi di NTB. Baik itu gempa 6,4 SR pada 29 Juli maupun gempa 7 SR pada 5 Agustus.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan sementara hasil hitung cepat kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB sekitar Rp 5,04 triliun berdasarkan basis data pada 9/8. Sutopo menegaskan dipastikan dampak ekonomi akan lebih dari itu.

Kerusakan tersebut diketahui berasal dari sektor permukiman Rp 3,82 triliun, infrastruktur Rp 7,5 miliar, ekonomi produktif Rp 432,7 miliar, sosial budaya Rp 716,5 miliar, dan lintas sektor Rp 61,9 miliar. Kerugian terbanyak diketahui dari sektor permukiman yang kenyataan puluhan ribu rumah penduduk rusak berat, bahkan banyak yang rata dengan tanah.

"Secara wilayah, kerusakan akibat gempa paling banyak di Kabupaten Lombok Utara yang mencapai lebih Rp 2,7 triliun. Sedangkan di Lombok Barat Rp 1,5 triliun, Lombok Timur Rp 417,3 miliar, Lombok Tengah Rp 174,4 milia dan Kota Mataram Rp 242,1 miliar. Untuk Bali, masih dilakukan perhitungan," terangnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/8/2018).

Sutopo menyampaikan butuh dana triliunan untuk melakukan perbaikan kembali dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Bahkan, butuh banuak waktu untuk memulihkan kembali kehidupan masyarakat dan pembangunan ekonomi di wilayah NTB.

Dalam pendampingan, Sutopo meyakinkan Pemerintah Pusat akan terus mendampingi masyarakat dan Pemda NTB bukan hanya saat tanggap darurat saja, tetapi saat pascabencana melalui rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Sebagian besar bantuan yang disalurkan berasal dari pemerintah pusat. Skala penanganan dampak dampak gempa saat ini sesungguhnya sudah nasional," tandasnya.

Untuk diketahui, hingga Senin malam (13/8/2018), BNPB mencatat korban jiwa meninggal sebanyak 436 jiwa,  korban luka berat 783 orang, dan korban luka ringan 570 orang. Sedangkan pengungsi sebanyak 352.793 orang. Pulau seribu masjid, kini berubah menjadi pulau seribu tenda. (rgm/jpg/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-di-lombok #bnpb #sutopo-purwo-nugroho 

Berita Terkait

Senyum Lebar Sutopo BNPB Bertemu Raisa

Indotainment

Senyum Lebar Sutopo BNPB Bertemu Raisa

Indotainment

IKLAN