Rabu, 19 September 2018 04:13 WIB
pmk

Nusantara

Tenggak 30 Pil Dextro, ABG Tewas Mengenaskan

Redaktur:

ilustrasi pil dextro

INDOPOS.CO.ID - Seorang anak baru gede alias ABG perempuan berinisial HAS, 13, tewas secara mengenaskan di Padangsidimpuan Sumatera Utara.  Ia tewas setelah dipaksa pacarnya menenggak 30 butir pil dextro sekaligus. Meksi sebelumnya HAS sempat dirawat RSUD Kota Padangsidimpuan selama 2 hari, namun tim dokter gagal menyelamatkan nyawanya. Ironisnya saat kejadian korban sedang hamil dua bulan.

Kakak korban berinisial WS mengatakan, adiknya sempat dirawat di rumah sakit sejak Rabu malam (8/8/2018), namun dua hari kemudian korban meninggal. Kini korban sudah dimakamkan di TPU Muslim  Jalan Imam Bonjol Kota Padangsidimpuan.

Ia menuturkan, sebelum meninggal, adiknya itu pergi bersama teman lelakinya berinisial S. Saat itulah korban mengaku dirinya dicekoki obat-obatan pil dextro. Bahkan, menurut adiknya itu, ia dipaksa mengonsumsi sekaligus 30 butir pil.

Setelah meminum puluhan pil itu, dalam kondisi tanpa sadar, teman lelakinya mengantarkan korban ke rumah teman korban di daerah Sigalangan Kota Padangsidimpuan.

Saat itu kondisinya terus semakin memburuk. Tak lama keluarga korban datang menjemput korban yang sudah dalam kondisi sekarat.

“Waktu kami jemput, dia sudah kedinginan. Kata mamak temannya itu, adik saya itu sakit karena jatuh dari motor. Tapi, ayah saya tidak percaya. Malah curiga adik saya dipukul. Tapi adik saya bilang dia dikasih teman laki-lakinya pil anjing (dextro). Ada mungkin 30 butir dikasih. Padahal sedang hamil dua bulan,” terang WS di Padangsidimpuan, Selasa (14/8/2018).

WS menduga teman lelaki korban sengaja mencecokinya puluhan pil dextro untuk menggugurkan janin dikandungan korban. 

“Yang bilang adik saya hamil dua bulan uwak itu, tapi enggak tahu kenapa teman laki-lakinya itu nyuruh dia minum pil itu,” kata WS.

Ibu kandung korban, LW mengatakan dalam kondisi sekarat korban dilarikan ke RSUD Kota Padangsidimpuan. “Jumat malam anak saya meninggal,” ujar LW sedih.

Sementara itu Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya mengatakan sudah meminta keterangan dari empat saksi yang mengetahui kematian HAS.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas mendapat informasi sebelum tewas, korban sudah tiga hari tidak pulang ke rumahnya. Dan dari keterangan saksi, korban menang dicekoki pil dextro .

Namun menurut Hilman pihaknya agak kesulitan untuk memastikan penyebab kematiannya. Ini lantaran keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenasah korban.

“Keluarga menolak otopsi dilakukan terhadap jasad korban,” kata Hilman di Mapolres Padangsidimpuan,  Selasa (14/8/2018).

Dari penelusuran Jawa Pos Grup terhadap akun FB korban yang diberi nama akun Fan S, korban sempat memposting dua bungkus plastik putih berisi puluhan butir obat berwarna kuning dan putih.
Bahkan, korban juga sempat siaran langsung (live) sambil meneguk obat tersebut. Dan setelah korban meninggal, beberapa akun-akun lain yang diyakini teman-teman korban tampak memenuhi berandanya dan mengucapkan duka cita.

Untuk diketahui, pil dextroamphetamine alias dextro adalah obat psikostimulan yang dikenal untuk menghasilkan terjaga atau melek, fokus, penurunan kelelahan, dan serta nafsu makan menurun.

Selain untuk obat batuk yang bereaksi dalam waktu 30 menit, dapat digunakan untuk obesitas eksogen dan pengobatan anti depresi. Zat kimia dalam obat ini  bekerja pada susunan saraf pusat. Namun lantaran obat ini murah, hanya sekitar Rp 50 ribu untuk 10 butir,  banyak yang menyalahgunakannya untuk teler. Padahal dosis berlebihan akan menimbulkan kerusakan permanen pada susunan saraf pusat manusia yang akan berujung pada kematian.  (yza/inc/mtbg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pil-dextro #abg-tewas-mengenaskan 

Berita Terkait

IKLAN