Senin, 24 September 2018 06:41 WIB
pmk

makanmakan

Lumpia Toko Oen, Bertahan Karena Resep Legenda

Redaktur:

Foto: Iwan Tri Wahyudi/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Lumpia atau terkadang dieja sebagai Lun Pia adalah  sejenis jajanan tradisional Tionghoa. Lumpia terdiri dari lembaran tipis tepung gandum yang dijadikan sebagai pembungkus isian yang umumnya adalah rebung, telur, sayuran segar, daging atau makanan laut.

Makanan ini dikenal sebagai jajanan khas Semarang dengan tata cara pembuatan yang disesuaikan dengan tradisi setempat.

Kali ini, Lumpia Semarang singgah ke Jakarta. Melalui Kampoeng Legenda yang di sajikan Mall Ciputra. Menu ini menjadi buruan pencinta kuliner. Salah satunya, Eon. Kedai yang menyajikan kudapan Lumpia ini sudah berdiri sejak 82 tahun silam.

Menariknya selama 82 tahun kedai ini tetap menjaga konsistensi resep turun temurun. ”Sejak bertama berdiri kami konsisten menjaga resep. Bahkan, menjaga alat masak,” ujar Jenny pemilik toko Eon kepada INDOPOS.

Jenny mengaku, selain bisa dinikmati langsung, lumpia semarang juga bisa kamu bawa pulang.  ”Biasanya makanan ini dihidangkan sebagai dim sum atau makann ringan untuk hidangan pembuka. Kulitnya terbuat dari gandum dan dapat dimakan,” katanya.

”Kulit ini dilipat seperti amplop dan diisi dengan aneka macam sayuran dan daging dari ayam sampai dengan seafood yang sudah dicampur dan dimasak sesuai dengan resep,” sambungnya.

Resep lumpia ini berasal dari daratan China, isinya berupa rebung, udang, ebi, dan kepiting. Dulu juga ada semacam ikan bernama pie hie sebagai isian. Semua bahan itu berharga relatif mahal.

“Kalau sekarang isinya hanya rebung, udang, ayam, ditambah dengan telur dadar. Harganya pun relatif lebih terjangkau,” ucapnya.  

Perempuan yang berusia 59 ini pun menceritakan kalau Lumpia juga ada dijual di Negara Belanda. “Lumpia yang dikenal di Belanda berukuran lebih besar,” jelasnya.

Karena disana sulit untuk mendapatkan rebung. Sehingga isi lumpia hanya ada daging ayam atau sapi, wortel dan tauge. Dan ukurannya sangat besar. Seiring bertambahnya waktu, sekitar dua dekade terakhir mulai dikenal juga lumpia Vietnam. Lumpia ini lebih ramping dan berisi sayuran, mi soon, serta ayam cacah. Kulitnya sangat renyah dan bentuknya hampir mirip lumpia di Samarang.

Mulai 1994, ibu jenny mulai mengenalkan Lumpia Toko Oen dan Lumpia Semarang di Belanda. Apa bedanya? “Lumpia Toko Oen dari resep kuno semenjak berdirinya Toko Oen 1936”, tambahnya. 

Untuk memenuhi permintaan  tamu yang berasal dari Semarang, kami buat variasi Lumpia Semarang dengan menambah telur dadar dalam adonannnya. Seperti resep miliki Toko Oen, tidak ada pengawet atau penyedap rasa.

Lalu Jenny menyajikan satu piring lumpia, kami pun langsung melahap segigit. Rasanya manis, lembut, hmm susah untuk mengungkapkan. Isi pun sangat banyak, sehingga terasa padat.

”Khasnya lumpia semarang itu manis dan tentunya ada rebungnya, jadi kalau ada lumpia yang gak manis dan tidak ada rebung. Itu bukan Lumpia Semarang,” jelas Jenny

Jenny enggan menggunakan mesin baru dikarenakan akan berpengaruh pada rasa dan tekstur yang dhasilkan. Untuk merawatnya, ia sengaja membeli sparepart rongsokan seharga puluhan juta. “Tidak apa-apa dibeli, daripada kami tidak produksi lagi sama sekali,” jelasnya. (cr-3)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner #indoposmakan-makan 

Berita Terkait

WICSF 2018 Padukan Kuliner dan Fashion

Fashion

Makanan Khas Korea Merambah Lidah Pribumi

makanmakan

Makanan Khas Korea Merambah Lidah Pribumi

makanmakan

Ramen Hitam Bisa Jadi Pilihan

makanmakan

Ramen Hitam Bisa Jadi Pilihan

makanmakan

Godaan Kuah Pedas di Menya Musashi Bukotsu

makanmakan

IKLAN