Selasa, 25 September 2018 04:20 WIB
pmk

Nasional

BNN Soroti Kasus Pembunuhan Satu Keluarga oleh Bandar Narkoba di Makassar

Redaktur: Redjo Prahananda

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) ikut menyoroti kasus pembunuhan yang menewaskan satu keluarga di Makassar, Sulawesi Selatan. Ini lantaran kasus yang dilatarbelakangi persoalan utang itu diduga melibatkan kartel narkoba. 

"BNN memberikan kesempatan kepada Polda Sulsel, tapi tidak menutup kemungkinan BNN juga akan melakukan langkah-langkah penelusuran kepada pelaku dan barang narkoba," kata Kabag Humas BNN, Kombes Sulistiandriatmoko saat dihubungi INDOPOS, Selasa (14/8/2018). 

Untuk menelusuri catatan hitam pelaku, BNN telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel. Langkah ini bertujuan untuk menelusuri sepak terjang pelaku sekaligus jaringan-jaringannya dalam bisnis narkoba. 

"Karena pelaku sendiri kan ditangani Polda, untuk narkobanya BNN siap untuk menanganinya," ujarnya. 

Soal kasus pembunuhan itu sendiri, perwira dengan melati tiga itu mengaku sudah mengantongi kronologisnya. Menurutnya kasus pembunuhan ini dipicu amarah pelaku terhadap korban yakni, Fahri, 24. 

"Sebenarnya pelaku ingin meluapkan kemarahan kepada korban karena tidak membayar narkoba yang dibeli dari pelaku sekaligus pelaku juga ingin menunjukan eksistensi dan kekuatan, bahwa pelaku masih punya kekuatan atau pengaruh," jelasnya. 

Dari korban sendiri sebenarnya hanya Fahri yang ditargetkan oleh pelaku. Namun, di luar dugaan, pembunuhan itu ternyata juga menewaskan lima korban lainnya.

Korban lainnya itu masing-masing merupakan pasangan suami isteri yakni, Sanusi, 70, dan Bondeng, 65, anaknga Musdalifa, 30, dan Namira, 24, serta cucunya Hijas yang masih berusia 2,5 tahun. 

"Sebenarnya target pelaku bukan satu keluarga tetapi hanya satu korban pembeli, tapi korban yang lain tidak tertolong," tandas dia.

Seperti diberitakan, Polrestabes Makassar mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu 166 B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (6/8/2018). Motifnya diduga terkait piutang narkoba jenis sabu. 

Peristiwa yang menewaskan enam orang ini terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Korban diduga dibunuh dengan cara kediamannya dibakar oleh para pelaku.  

Sementara para pelaku masing-masing adalah warga kota Makassar, Andi Muhammad Ilham, 23, Riswan Idris, 23, Haidir Mutalib, 25, dan Wandi, 23. Keempatnya ditangkap pada Rabu (8/8/2018) atau tepat dua hari setelah insiden pembakaran terjadi. 

Setelah dilakukan pengembangan, penyidik menemukan lagi dua pelaku lain. Masing-masing Iwan Lili dan Akbar Daeng Ampu yang saat ini berstatus sebagai narapidana dan mendekam di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1A Makassar. Kedua napi itu sementara menjalani masa hukuman dalam kasus pembunuhan dan narkoba. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bnn #bandar-narkoba-di-makassar #kartel-narkoba 

Berita Terkait

IKLAN