Minggu, 23 September 2018 11:23 WIB
pmk

Nasional

Lima Arahan Jokowi Tangani Gempa Lombok

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan lima instruksi terkait penanganan gempa Lombok. Setelah memastikan akurasi jumlah kerusakan, perbaikan berbagai fasilitas agar perekonomian masyarakat terdampak gempa lekas berdenyut kembali.

Pemerintah terus mempercepat perbaikan berbagai fasilitas milik masyarakat terdampak gempa. Setelah meninjau secara langsung kondisi korban gempa, Jokowi langsungmenggelar rapat terbatas. Rapat terbatas ini digelar di halaman RSUD Tanjung, Tanjung, Lombok Utara, Senin (13/8) kemarin. Agenda utama, mempercepat proses pemulihan wilayah Lombok Utara porak poranda akibat gempa berkekuatan 7 SR.

“Percepatan pembangunan kembali harus dilakukan. Pertama, pastikan betul jumlah rumah yang rusak. Kerusakannya menurut berat, sedang, juga ringan,” ungkap Jokowi mengawali rapat terbatas, Senin (13/8).

Akurasi data mengenai kerusakan rumah warga terdampak gempa mutlak. Data ini untuk membantu kemudahan pemerintah mendistribusikan bantuan-bantuan kepada setiap keluarga. Apalagi, pemerintah sudah menyiapkan bantuan besar. Bagi warga dengan rumah rusak berat, pemerintah bakal memberikan bantuan perumahan hingga Rp50 juta per kepala keluarga.

Bukan hanya pendataan, Jokowi mulai memperlihatkan kerja nyata. Melalui rapat terbatas, Jokowi meminta agar bantuan perumahan mulai didistribusikan pada Selasa (14/8). Dengan target, rumah 1.000 kepala keluarga kategori rusak berat sudah bisa mendapatkan bantuan ini pada hari pertama pendistribusian, Selasa (14/8). "Mulai besok pagi (Selasa, 14/8), bantuan untuk rumah rusak berat bakal kami serahkan. Saya harapkan paling tidak minimal bisa seribu bantuan," kata Jokowi lagi.

Bukan hanya perumahan, Jokowi juga meminta agar aktivitas masyarakat di daerah terdampak gempa bisa langsung pulih. Melalui instruksinya yang ke tiga, Jokowi meminta agar memprioritaskan perbaikan fasilitas penunjang ekonomi. Jokowi menegaskan, fasilitas berkaitan dengan kegiatan ekonomi masyarakat nomor satu.

"Fasilitas umum  berkaitan dengan ekonomi, misalnya pasar menjadi prioritas. Terutama pasar-pasar dengan kerusakan ringan agar segera diperbaiki. Masyarakat ini harus didorong kembali beraktivitas ekonomi."

Instruksi keempat, Jokowi meminta adanya edukasi berkesinambungan bagi warga Lombok. Sebab, di wilayah ini pernah terjadi beberapa kali gempa besar sejak 1979. Dengan kata lain, wilayah Lombok ini merupakan kawasan rawan bencana gempa. Sebagai solusinya, pembangunan kembali rumah warga harus menerapkan teknologi tahan gempa.

"Harus kita mulai sejak saat ini. Pembangunan rumah memakai konstruksi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Konstruksi RISHA ini nanti akan dikawal oleh Kementerian PU. Jadi, rumah dengan jumlah tersebut benar-benar tahan gempa,” terang Jokowi lagi.

Jokowi meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membenahi fasilitas umum lainnya. Fokusnya adalah perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan itu secara menyeluruh. Proses perbaikannya juga dilakukan secepatnya agar akses pendidikan anak-anak di Lombok tidak terganggu. Lalu, masyarakat bisa mendapatkan akses kesehatan secara maksimal.

"Berbagai upaya  Presiden adalah agar kehidupan masyarakat Lombok secepatnya bisa normal kembali. Mereka bisa secepatnya menata kembali kehidupannya. Yang jelas, upaya ini dilakukan cepat dan maksimal," papar  Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

(rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jokowi #gempa-lombok 

Berita Terkait

IKLAN