Rabu, 14 November 2018 03:37 WIB
pmk

Politik

Begini Kronologis Mahfud MD Batal Jadi Cawapres Jokowi

Redaktur: Redjo Prahananda

Mahfud MD. Foto: radarcirebon.com

INDOPOS.CO.ID - Fakta penjegalan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang hampir pasti berpasangan dengan Joko Widodo mulai terkuak.

Mahfud datang sebagai tamu dalam program acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa (14/8/2018) . Dalam program tersebut, Mahfud blak-blakan batal berpasangan dengan Jokowi di Pilpres 2019. Padahal, beberapa jam sebelum deklarasi, nama Mahfud sudah hampir pasti mendampingi Presiden petahana.

Mengawali cerita, Mahfud menyatakan, kejadian ini suatu realitas politik, di mana segala sesuatu bisa berubah dengan cepat dan serba tiba-tiba.

"Saya harus mengedepankan kepentingan bangsa, daripada sekedar nama Mahfud atau Kyai Ma'ruf. Saya bukan orang pertama mengalami ini. Tapi yang terjadi pada saya cukup dramatis," ucap pria berkacamata ini.

Dia mengungkapkan, pada tanggal 1 Agustus 2018 sekitar pukul 23.00 WIB, dia mendapat undangan dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di kediaman. Pertemuan berlangsung tertutup. Selain Pratikno dan Mahfud, orang kepercayaan Jokowi, Teten Masduki datang dalam pertemuan tersebut.

"Mereka memberi tahu, pilihan (Jokowi) mengerucut ke saya. Jadi saya diminta mempersiapkan diri. Termasuk, melengkapi syarat-syarat. Belum final, tapi semua sudah beres" kata Mahfud.

Mahfud diminta untuk melakukan komunikasi dengan PKB untuk memuluskan langkahnya berpasangan dengan Jokowi. Mahfud kemudian menghubungi orang-orang terdekat Muhaimin Iskandar.

Kemudian, sepekan setelah itu, dia kembali mendapat undangan dari Pratikno dan Teten Masduki. Pertemuan ini sudah final. Karena keesokan hari, deklarasi Jokowi dan pasangan.

Secara teknis, deklarasi berlangsung di di Gedung Joeang. "Pak Jokowi menggunakan motor, dan saya membonceng," beber dia.

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan, komunikasi bukan cuma dengan dengan Pratikno. Tercatat, Pramono Anung juga menghubungi dia. Mereka meminta Mahfud menyerahkan Curriculum Vitae (CV) untuk deklarasi. Bahkan, ajudan presiden juga meminta untuk menyelaraskan baju dengan Jokowi.

Kemudian pukul 13.00 Mahfud mengaku berkomunikasi dengan Teten Masduki. Pukul 16.00 deklarasi bakal diumumkan.

"Sambil menunggu, saya bersama teman-teman relawan duduk di sebelah rumah tempat untuk deklarasi
Kemudian seperti bapak dengar, diumumkan Pak Kyai Ma'ruf Amin. Saya menerima itu sebagai realitas politik. Saya pulang," kata Mahfud

Mahfud kemudian dipanggil ke istana. Dia berbicara empat mata dengan Jokowi. Jokowi meminta maaf dan mengaku semua serba sulit. Secara pribadi Jokowi menginginkan dia menjadi pendamping.

Namun, di sore hari masing-masing ketua partai menyodorkan calon mereka masing-masing. “Pak Jokowi bilang dia gak bisa menolak. Karena dia diusung oleh partai. Saya jawab bapak gak salah. Saya menerima ini dengan ikhlas," ucap Mahfud mengakhiri. (nug)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mahfud-md #cawapres-jokowi #pilpres-2019 

Berita Terkait

Ma’ruf Senam Sehat di Hari Pahlawan

Politik

Tak Cerminkan Sikap Pahlawan

Politik

PD Fokus Menangkan Caleg

Politik

IKLAN