Senin, 24 September 2018 08:42 WIB
pmk

Jakarta Raya

Kasus Bank CCB Juga Terancam Dipersoalkan ke Pengadilan

Redaktur: Redjo Prahananda

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

INDOPOS.CO.ID - Kasus dugaan pidana yang melibatkan pihak Bank CCB nampaknya tak hanya dilaporkan ke Bareskrim Polri. Lebih dari itu, kasus ini juga akan dipersoalkan di pengadilan. 

Hal itu disampaikan oleh Berman Sitompul, kuasa hukum Edy Nusantara selaku kuasa PT Fireworks Ventures Limited kepada pers, Selasa (14/8/2018). Ia pun menantang pihak Bank CCB  Indonesia untuk beradu data, fakta dan dokumen tentang klaim sepihak bahwa bank tersebut turut menjadi kreditur atau pemegang piutang atas nama debitur PT GWP.  

“Kita selesaikan di pengadilan saja kalau CCB yakin bahwa penguasaannya terhadap tiga sertifikat  PT GWP tersebut legal dan sah,” kata Berman. 

Sebelumnya, Fireworks pada 27 Juli 2018 melaporkan lima direksi CCB ke Bareskrim Polri terkait dugaan melakukan tindak pidana sumpah palsu, memberikan keterangan palsu, dan menghambat penyidikan. Selain itu, mereka juga diduga melakukan tindak pidana perbankan. 

Laporan tersebut merupakan kelanjutan dari laporan yang dibuat Edy Nusantara pada September 2016 terkait dugaan penggelapan sertifikat PT GWP dengan terlapor Tohir Sutanto (mantan Direktur Bank Multicor/Bank Windu Kentjana Internasional/kini Bank CCB) dan Priska M. Cahya (eksekutif Bank Danamon). Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Sementara itu, Andreas Basuki, Sekretaris Perusahaan Bank CCB, menilai laporan  Edy Nusantara yang tertuang dalam Laporan Polisi No.LP/B/918/VII/2018/Bareskrim pada tanggal 27 Juli 2018 tidak berdasar. 

“Direksi CCB Indonesia tidak melakukan tindakan-tindakan seperti yang tertera dalam pemberitaan,” katanya. 

Andreas mengklaim CCB Indonesia merupakan salah satu kreditur sindikasi, yang mempunyai hak untuk melakukan pengalihan piutang (cessie) kepada pihak lain pada 12 Februari 2018. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-bank-ccb 

Berita Terkait

IKLAN