Jumat, 21 September 2018 05:29 WIB
pmk

Headline

Tolak Koalisi, Menteri PAN Dicopot

Redaktur:

Asman Abnur. Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) keluar dari koalisi pemerintah dan masuk ke koalisi oposisi berdampak pada eksistensi menterinya di kabinet kerja. Kader PAN yang duduk di kursi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur dipastikan tersingkir dari kabinet.

Selasa (14/8), Asman bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Asman legowo untuk menanggalkan jabatannya di kabinet.

Pratikno mengatakan, dari segi kinerja, Asman menunjukkan kerja yang baik. Bahkan presiden cukup puas dengan kinerjanya selama ini.  Namun dinamika politik di koalisi memberikan memberikan pertimbangan lain. "Ya ini konsekuensi dari pengkoalisian," ujarnya di Kantor Kemensesneg.

Sebagaimana di ketahui, dari partai-partai koalisi pendukung pemerintah yang ada di kabinet kerja, PKB, Nasdem, Golkar, Hanura, PDIP, dan PPP sudah mendeklarasikan kembali mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Sementara PAN memilih untuk bergabung dengan koalisi oposisi bersama Gerindra, PKS, dan Demokrat.

Terkait kapan keputusan resminya akan diambil, mantan Rektor UGM itu belum bisa membeberkan. Kepastian itu menunggu keputusan resmi dari presiden. "Ya bisa jadi secepatnya," tuturnya.

Lantas, apakah ada menteri lain yang juga akan direshuffle? Menteri kelahiran Bojonegoro itu itu membantahnya. Menurutnya, potensi reshuffle hanya ada di satu posisi saja. Dia memastikan jika posisi sejumlah menteri yang maju dalam pemilihan calon legislatif masih aman. Sebab, dari sisi regulasi, menteri diberi kewenangan maju dengan syarat menjalankan cuti saat kampanye.

"Ya itu engga (perlu mundur). Sudah dipastikan," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung enggan membeberkan terkait pengganti Asman. Saat ini, nama itu masih dalam proses pengkajian. "Presiden yang tahu," ujarnya usai rapat terbatas istana.

Jika terealisasi, ini akan menjadi reshuffle jilid V. Sebelumnya, Jokowi sudah tiga kali melakukan reshuffle. Yakni reshuffle jilid I pada 12 Agustur 2015 yang melibatkan enam posisi menteri, lalu reshuffle jilid II pada 27 Juli 2016 yang melibatkan 12 menteri, serta reshuffle jilid III pada 17 Januari 2018 yang melibatkan satu menteri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan sinyal kuat penggantian Asman Abnur. Dasar penggantian itu salah satunya memang dilatarbelakangi oleh koalisi pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Tentu ada ya. Tentu ada faktor itu (koalisi)," ujar JK di kantor wapres, Selasa (14/8).

JK sendiri tak menampik anggapan memang menteri yang duduk di kabinet juga punya keterkaitan dengan dinamika politik. "Ini kan cabinet, ada hubunganya dengan politik," imbuh JK.

Lebih lanjut, JK menuturkan kinerja Asman sebenarnya cukup bagus selama ini. Bahkan, dia memuji Asman sebagai orang rapi kinerjanya. "Tidak jauh dengan dari Yuddy (Mantan Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi sebelum Asman, Red)," ungkap JK.

Sebelum keputusan reshuffle muncul, Asman Abnur nampaknya sudah berinisiatif untuk mundur. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa Asman telah menyampaikan pernyataan mundur itu kepada pejabat terkait.

"Pak Asman sudah bertemu Pak Pratikno, mohon izin mundur dari kabinet pemerintahan pak Jokowi," kata Asman.

Menurut Viva, alasan mendasar Asman untuk mundur adalah tidak ingin membebani pemerintahan saat ini. Hal ini terutama karena sikap politik PAN yang tidak lagi berada di pemerintahan Jokowi. "PAN berbeda pilihan koalisinya dengan pak Jokowi. Pak Asman merasa kalau pilihan berbeda maka lebih baik mengundurkan diri dari menteri," ujarnya.

Viva menyebut nantinya Asman juga akan menyampaikan sikap resmi. PAN menilai keputusan yang dilakukan Asman juga sudah tepat. "Dalam rangka menjaga fatsun politik, kalau pilihan berbeda terutama di Pilpres harus saling menghormati," tandasnya.

Meskipun santer dikabarkan bakal mundur sebagai Menteri PAN-RB, Asman Abnur seharian kemarin anteng di kantornya. Politisi PAN itu memimpin sejumlah agenda rapat dan ada beberapa kegiatan internal. Sampai sore menjelang Maghrib, Asman tidak bersedia menemui wartawan yang berkerumum di halaman kantor Kementerian PAN-RB. Berkali-kali dihubungi lewat telepon maupun pesan singkat, Asman juga tidak membalas.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (Hukip) Kementerian PAN-RB Mudzakir menjelaskan dia sudah mendapatkan arahan langsung dari Asman.

’’Pak Asman belum bersedia memberikan komentar lebih lanjut,’’ katanya.

Alasannya, Asman masih menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo terkait posisinya.

Meskipun begitu Mudzakir tidak menampik bahwa bos-nya tersebut sudah menyampaikan permintaan mundur dari kursi RI-44 (plat nomor Menteri PAN-RB). Permintaan mundur tersebut disampaikan Asman kepada Mensesneg Pratikno Selasa pagi kemarin. Asman bertemu Pratikno, karena Presiden Jokowi masih berada di Lombok.

Mudzakir menjelaskan, diantara rapat yang dipimpin Asman kemarin adalah membahas terkait rekrutmen CPNS baru. Dia mengatakan materi yang dibahas adalah terkait quality assurance. Khususnya terkait audit teknologi yang bakal dibukan untuk seleksi.

 ’’Supaya proses rekrutmen CPNS baru berkualitas baik. Memastikan tidak ada KKN atau kecurangan lainnya,’’ tutur dia.

Secara umum dia menjelaskan, agenda rekrutmen CPNS baru tidak terpengaruh dengan kabar penggantian menteri PAN-RB. Dia mengatakan sampai saat ini masih dilakukan konsolidasi data formasi CPNS. Khususnya untuk formasi guru. Sebab formasi harus detail sampai titik tempat mengajarnya. (far/jun/bay/wan/aen/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 #kemenpanrb 

Berita Terkait

IKLAN