Senin, 19 November 2018 02:42 WIB
pmk

Headline

Sudah 1.072 Jamaah Dirawat, Menag: Jaga Kesehatan

Redaktur:

AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI

INDOPOS.CO.ID — Pemerintah melalui Kementerian Agama berupaya menyelenggarakan pelayanan haji secara optimal. Dimulai dari bimbingan manasik haji 10 kali di Tanah Air, pendampingan bimbingan ibadah di tiap kloter, sektor, dan daerah kerja, hingga fasilitas lain seperti pondokan di hotel berbintang, katering, dan bus salat lima waktu (salawat) yang siap antar 24 jam.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sejumlah fasilitas di atas sama sekali tidak bermakna jika jemaah tidak memiliki kesehatan prima.

“Bagaimana mau menikmati fasilitas yang telah disediakan jika kesehatan terganggu. Maka jemaah diharapkan menjaga kesehatannya,” tandas Menag sesuai rapat bersama Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah di kawasan Aziziyah Janubiyah kota Makkah, Selasa (14/08).

Menyadari hal tersebut, Menag menilai kesehatan merupakan jantung pelayanan kepada jemaah. “Kesehatan merupakan jantung pelayanan bagi jemaah dalam menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci,” tegas Menag didampingi Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nizar Ali, Inspektur Jenderal M. Nur Kholis Setiawan dan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono.

Menag juga mengapresiasi TKHI yang telah belajar dari pengalaman tahun lalu. “TKHI berupaya memperbaiki layanan di Arafah dengan cara tidak hanya membangun klinik kesehatan, tapi juga nantinya ada 6 pos satelit kesehatan guna melayani jemaah,” urai Menag lagi.

Ditambahkan, sepanjang jalur dari tenda di Mina menuju Jamarat, akan didirian pos-pos kesehatan mobile (bergerak). “Pos-pos kesehatan ini akan sangat membantu peningkatan pelayanan kesehatan jemaah,” paparnya.

Sementara, Kepala KKHI Makkah dr. Nirwan Satriya menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah merawat sebanyak 1.072 jemaah. “Yang masih dirawat di KKHI 147 orang, sementara yang dirujuk ada 124 orang,” ujar dr. Nirwan. Menurut dokter asal Jambi itu, rata-rata pasien yang dirawat menderita sesak nafas, diabetes dan kelainan jantung.

“Di KKHI Makkah ini diperkuat 26 dokter spesialis, 38 dokter umum, dan 1 dokter gigi serta 98 tenaga medis lainnya,” jelasnya. (kemenag)


TOPIK BERITA TERKAIT: #haji #kemenag #idul-adha 

Berita Terkait

Yuk Jaga Kemabruran Haji

Nasional

Khoirizi Ingatkan Soal Perda Haji

Nasional

Khoirizi Ingatkan Soal Perda Haji

Nasional

IKLAN