Senin, 19 November 2018 04:25 WIB
pmk

Total Football

Derbi Madrileno di Piala Super Eropa, Penegasan DNA Akademi Terbaik

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Lupakan Cristiano Ronaldo. Kini Real Madrid sudah menyongsong era baru bersama Julen Lopetegui. Dan, lawan di laga resmi pertama mereka di bawah polesan eks pelatih timnas Spanyol itu juga sangat tepat untuk memulai kampanye Real yang baru; Derbi Madrileno di Piala Super Eropa.

Dan, untuk musim ini, Atleti sudah "menang" dari Real. Memang bukan di pertandingan, melainkan pemain hasil binaan akademi. Untuk laga dini hari nanti yang disiarkan langsung RCTI pukul 02.00 WIB itu, Los Colchoneros bisa menggunakan pemain jebolan akademi mereka. Salah satunya adalah Rodri.

Kembalinya Rodri yang dibeli seharga EUR 20 juta (Rp 332 miliar) dari Villarreal musim ini menjadi pengganti alumnus akademi lainnya, Gabi, yang hengkang ke Al-Sadd. Sebelum matang bersama The Yellow Submarines, pemain bernama lengkap Rodrigo Hernández Cascante menimba ilmu di akademi Atleti selama lima tahun (2007-2013).

''Tim ini sudah banyak berkembang sejak saya pergi lima tahun lalu. Saya senang bisa kembali ke Atleti karena sekarang tim ini termasuk salah satu dari lima atau enam klub terbaik di Eropa,'' ucap pemain yang akan mewarisi nomor 14 kepunyaan Diego Seimeone selama di Atleti kepada Goal.

Gelandang 22 tahun tersebut melengkapi beberapa pemain lainnya yang merupakan jebolan akademi. Sebelumnya sudah ada Lucas Hernandez, Thomas Partey, Koke, dan Saul Niguez. Selain Partey, tiga nama lainnya merupakan penghuni starting eleven Atleti.

Bahkan, dua nama terakhir bisa dijadikan barometer bahwa akademi tim yang ber-home base di Wanda Metropolitano itu terbaik di Spanyol. Meski berusia muda, keduanya sudah mencatatkan masing-masing setidaknya 250 penampilan. Koke bahkan tidak lama ini sudah memperpanjang kontrak bersama Atleti hingga 2024.

Hal itu mematahkan supremasi La Masia yang selama ini dicap sebagai yang terbaik. Mereka memang terbaik, tapi itu dulu. Saat ini, pemain seperti Lionel Messi, Sergio Busquets, Gerard Pique, dan Sergi Roberto adalah hasil La Masia terakhir dan belum ada lagi yang menonjol. Semakin tergerus lantaran Andres Iniesta memilih bergabung ke klub J-League Vissel Kobe.

Bagaimana Real? Untuk urusan jumlah jebolan akademi yang menembus tim utama memang tidak kalah. Namun, hanya Daniel Carvajal yang mendapat garansi skuad inti. Beberapa pemain lain seperti Kiko Casilla, Luca Zidane, Nacho, Lucas Vazquez, dan Borja Mayoral lebih akrab menghuni bangku cadangan.

Di bawah polesan Lopetegui, hal tersebut bakal semakin lestari. Sebab, memprioritaskan talenta jadi. Bahkan, pembelian Vinicius Jr yang masih berusia 18 tahun menjadi pertanda bahwa talenta asli akademi Real tidak terlalu dipercaya.

Hal yang diminimalkan Zinedine Zidane saat masih jadi entrenador Real. Ya, Zizou adalah sosok yang paling vokal untuk percaya kepada talenta akademi. Debut Luca musim lalu dan Nacho yang masuk skuad timnas Spanyol di Piala Dunia 2018 adalah bukti bahwa talenta Real sebenarnya layak diperhitungkan andai mendapat kepercayaan lebih.

"Tekanan (pada laga dini hari, Red) semakin meningkat karena melawan Atleti. Kami akan mencoba untuk menjadi tim yang lebih baik dengan memanfaatkan apa (pemain, Red) yang kami miliki," ucap Lopetegui. (io)


TOPIK BERITA TERKAIT: #real-madrid #atletico-madrid 

Berita Terkait

Selamat Datang Tekanan

Indosport

Indiecito Layak Duduk di Kursi Panas

Indosport

El Faraon Pembeda

Liga Italia

Hanya Mou yang Abaikan Benzema

Total Football

Melilla vs Real Madrid, Dua Pekan untuk Solari

Total Football

Pemain Madrid Satu Suara Dukung Lopetegui

Total Football

IKLAN