Rabu, 19 September 2018 08:49 WIB
pmk

Indosport

Hadapi Palestina, Timnas Indonesia U 23 Antisipasi Bola Mati

Redaktur: Redjo Prahananda

Para pemain Timnas U23 sedang berlatih di Lapangan ABC Senayan (rid/jpg)

INDOPOS.CO.ID - Laga Timnas Indonesia U 23 versus Palestina pada, grup A Asian Games 2018 akan digelar di Stadion Patriot Bekasi, Rabu malam (15/8) nanti. Dari segi postur fisik, pemain Palestina memang lebih tinggi dibanding pemain Timnas Indonesia.

Masalah postur ini kerap kali menjadi momok bagi Timnas Indonesia U 23. Selain sering kalah duel udara, postur tubuh lebih kecil kerap kali membuat pemain Tim Garuda Muda sering melakukan pelanggaran ketika berduel udara atau mencoba mengambil bola dari kaki lawan.

Pelatih Timnas Luis Milla menyadari ancaman itu. Dia memprediksi, pelatih Palestina pasti mengoptimalkan postur tinggi pemainnya untuk cetak gol ke gawang Andritany Ardhiyasa. Memanfaatkan tiap momen crossing atau sepakan bebas untuk membuka peluang mencetak gol.

Karena itulah, lini pertahanan timnas dirotasi khusus lawan Palestina. Pemain yang punya tipikal menyerang seperti Rezaldi Hehanusa dan I Putu Gede dibangkucadangkan. Pelatih asal Spanyol itu memilih Gavin Kwan Adsit dan Bagas Adi yang lebih kuat bertahan dan punya kekuatan duel udara.

Selain itu, anak asuhnya diingatkan untuk tidak sering melakukan pelanggaran. Terutama di area pertahanan sendiri. Sebab, sepakan bebas sangat mengancam gawang timnas. ’’Ya, pelarih (Milla) bilang untuk mengurangi itu agar crossing lambung ke daerah pertahanan bisa dikurangi,’’ terang Asisten Pelatih Timnas Bima Sakti di Lapangan ABC Senayan, Rabu (15/8).

Bima juga mengatakan pelanggaran di daerah pertahanan sendiri sering membuat Indonesia kalah. Dia mencontohkan ketika melawan Korea Selatan pada laga uji coba pada 23 Juni lalu. Saat itu, dua gol yang bersarang ke gawang Hansamu Yama dkk berasal dari bola mati. Ya berdasarkan pengalaman itu Coach minta mengurangi pelanggaran, hati-hati ketika mengambil bola ataupun berduel,’’ Bima.

Bima pun berharap anak asuhnya bisa mengerti hal tersebut. Sebisa mungkin, walau bermain dengan tensi tinggi, pelanggaran tidak perlu harus dikurangi. Juga benar-benar fokus ketika melakukan penjagaan ketika sepakan bola mati.

Sementara itu pemain di posisi center back Bagas Adi Nugroho membenarkan kalau pelatih meminta agar pemain, terutama lini belakang mengurangi pelanggaran tidak perlu. Selain berakibat fatal bagi lini belakang, pelanggaran juga bisa berbuntut pada kartu sehingga bisa merugikan tim.

’’Saya akan ikuti instruksi pelatih. Kami sudah lihat video pertandingan lawan juga, jadi tinggal jalankan dengan baik instruksi pelatih saja,’’ ujar Bagas.

Hal yang sama disampaikan pemain penyerang, Septian David Maulana. Menurutnya pertandingan melawan timnas Palestina pasti sulit. Meskipun pelatih Luis Milla tidak menerapkan strategi khusus.

Namun menuru dia, terdapat beberapa perubahan strategi. David biasa berkonsentrasi membuka ruang dan mengalirkan bola, kali ini bakal fokus maju ke depan ketika melakukan serangan balik.

Selain itu, beberapa tips juga diberikan agar timnya tidak benar-benar kalah ketika duel udara. Septian misalnya, karena banyak beroperasi di tengah, Luis Milla memintanya untuk sesering mungkin melakukan gangguan kepada pemain Palestina ketika duel udara.

Gangguan yang juga bisa membuat konsentrasi lawan terpecah. ’’Kami juga diminta jaga satu-satu pemain lawan, pressing sejak di tengah,’’ ungkap dia

Selain lini belakang dan tengah bakal bekerja keras, posisi penting ini untuk mematikan serangan Palestina adalah kiper. Untungnya, timnas kali ini punya stok kiper mumpuni. Baik pemain senior Andritany masuk skuad utama, juga kiper pelapis Awan Setho.

Kedua kiper tersebut punya skill memetik bola umpan crossing cukup baik. Meski Andritany dan Awan hanya punya tinggi badan 180 serta 175 centimeter, keduanya punya lompatan yang cukup bagus ketika memotong crossing lawan. (rid/jpg/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #timnas-indonesia-u-23 #palestina 

Berita Terkait

Remaja Palestina Tikam Pembela Israel Garis Keras

Internasional

Jerman Naikkan Sumbangan ke Palestina

Internasional

Indonesia vs UEA: Jangan Terprovokasi Lawan

Asian Games 2018

Lolos ke 16 Besar, Milla Optimis Hadapi UEA

Asian Games 2018

IKLAN