Selasa, 13 November 2018 07:53 WIB
pmk

Hukum

Bekas Presdir Dapen Pertamina Menjadi Saksi Kasus Dana Pensiun

Redaktur: Redjo Prahananda

Persidangan perkara korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp 1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI) dengan terdakwa Edward Seky Soeryadjaya (kiri), kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018). Foto: Yudha Krastawan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Persidangan perkara korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp 1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI) dengan terdakwa Edward Seky Soeryadjaja, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018).

Edward hadir didampingi oleh kuasa hukum dan istri, Atilah Soeryadjaja. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU), mantan Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina Helmy Kamal Lubis. 

Helmi yang telah diputus bersalah oleh Pengadilan Tipikor dengan penjara 5,5 tahun hadir menjadi saksi untuk dikonfrontir keterangannya dengan terdakwa Edward Soeryadjaja. Dalam dakwaan jaksa, mereka berdua terlibat negosiasi penjualan saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI) mencapai 2.004.843.140 lembar.

Dalam kesaksiannya, Helmi menyangkal atas dugaan pemberian fee dalam bentuk uang sebesar 46 milyar kepada dirinya oleh terdakwa Edward Soeryadjaya dari hasil transaksi penjualan saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI). "Pak Edward tidak pernah memberikan uang 46 miliar ke saya, kami hanya bertemu untuk berdiskusi terkait siapa pengganti direktur utama PT SUGI, tidak ada pembicaraan soal fee," ujar Helmi.

Helmi menyangkal dugaan pelanggaran dalam transaksi jual beli saham melibatkan terdakwa Edward Soeryadjaja tersebut. Helmi diduga melakukan pembelian tanpa kajian di luar prosedur transaksi pembelian dan penjualan saham. "OJK tidak pernah memberikan teguran terkait transaksi yang saya jalankan, itu bukti kalau tidak ada pelanggaran," tambah Helmi.

Dalam kasus ini Edward ditetapkan sebagai tersangka karena diduga bekerja sama dengan Muhammad Helmi Kamal Lubis. Dia disangkakan Pasal 2 ayat 1 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman pasal tersebut yakni hukuman 20 tahun penjara.

Kasus ini terjadi pada 2014 saat Edward, menjadi pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI), berkenalan dengan Helmi. Perkenalan tersebut meminta agar Dana Pensiun Pertamina digunakan untuk membeli saham SUGI. 

Pada periode Desember 2014-September 2015, Helmi diduga dengan melawan hukum menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total Rp 2 miliar lembar saham senilai Rp 601 miliar melalui PT Millenium Danatama Sekuritas. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #edward-seky-soeryadjaja #kasus-dana-pensiun #helmy-kamal-lubis 

Berita Terkait

IKLAN